174 Ha Lahan Terbakar, BPBD Ambil Langkah Ini?

145

Editor : Maulana Kawit

PANGKALAN BUN – Sejak bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Agustus jumlah titik api yang muncul di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 38 titik hotspot dan 174 hektare lahan yang terbakar namun demikian Pemkab kobar terus gencar lakukan pencegahan agar tidak menyebar.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar Petrus Rindra mengatakan dari angka 38 titik hotspot yang paling banyak terjadi Kebakaran Lahan di Kecamatan Kumai sebanyak 20 titik hotspot.

“Dari enam Kecamatan Se Kobar ada tiga Kecamatan yang masuk daerah rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yakni Kecamatan Kumai, Arut Selatan dan Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), sampai saat ini titik hotspot terbanyak di Kecamatan Kumai sebanyak 20 titik hotspot dan 13 titik hotspot di Kecamatan Arut Selatan,” Kata Plt Kepala BPBD Kobar Petrus Rindra usai rapat koordinasi dan evaluasi penanggulangan Karhutla, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga:   ​Bupati Kobar Hj. Nurhidayah : “Terus Pertahankan Kebersihan di Kota Pangkalan Bun”

Agar tidak terjadinya penyebaran titik api kata Petrus Rindra, pihaknya telah mendirikan 4 Pos pantau Karhutla yakni di Mendawai Seberang Kecamatan Arut Selatan, desa Kapitan dan desa Kubu Kecamatan Kumai dan Riam Durian Kecamatan Kotawaringin Lama.

“Untuk setiap pos pantau Karhutla dijaga 15 personil, dimana kita mendapatkan bantuan dana operasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebanyak 60 personil yang di tempatkan pada 4 pos pantau Karhutla tersebut, mereka di kontrak selama 4 bulan jadi untuk honor mereka di tanggung oleh Pusat, ” Lanjut Petrus Rindra.

Diakui oleh Petrus Rindra sebagian besar lahan yang terbakar milik masyarakat untuk itu pihaknya pun saat ini gencar melakukan sosialisasi dan Pencegahan agar Karhutla tidak terjadi lebih meluas lagi.

Baca Juga:   Nurul Arifin Ajak Warga Kobar Tidak Ragukan Pemimpin Perempuan

Sementara itu Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan bahwa dirinya akan turun langsung ke lapangan sebab berdasarkan informasi dari Tim bahwa kebakaran lahan itu terjadi dari tahun tahun sebelumnya di tempat yang sama.

“Kebakaran terjadi karena faktor manusia, berdasarkan laporan Tim untuk pihak perkebunan tidak ada kita temukan titik hotspot justru kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat, apalagi ditempat yang itu itu saja, maka akan kita mengetahui siapa pemilik lahan itu, ini tugas dari Kepolisian untuk mengusut tuntas pelakunya, saya juga minta Camat dan aparat desa pun bisa partisipasi aktif lakukan pendekatan dengan masyarakat, karena saat ini yang lebih efektif melakukan pencegahan,” tegas Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

(man/beritasampit.co.id).