Biro SDM Kemendikbud Imbau Masyarakat Hati-hati Penipuan Rekrutmen CPNS

1106
Kepala Biro SDM Kemendikbud, Agam Bayu Suryanto (kanan) Saat Jumpa Pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, (13/8/2019). Dok: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa

JAKARTA— Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Agam Bayu Suryanto menghimbau kepada masyarakat bahwa proses penerimaan CPNS maupun Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPKK) saat ini dilakukan dengan mekanisme transparan, pendaftarannya melalui internet dengan sistem online.

“Jadi, tidak ada pertemuan tatap muka, semuanya melalui internet dan dikoordinasikan melalui Panitia Seleksi Nasional,” tutur Agam saat Konferensi Pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, (13/8/2019).

Agam menjelaskan beberapa perekrutan yakni tahapan pertama seleksi administrasi, disini para pelamar mengajukan beberapa kelengkapan administrasi. Apabila lulus seleksi administrasi, maka pelamar dapat mencetak langsung kartu peserta tes berikutnya.

Agam bilang, setelah lulus seleksi administrasi, kemudian dilakukan tes seleksi dasar dan tes seleksi bidang. Keduanya dilakukan dengan cara CAT atau computers asissted test.

Baca Juga:   Astaga!!! Wanita Keterbelakangan Mental ini Jadi Korban Pelecehan Seksual Lelaki Biadab

“Tidak ada dengan mekanisme Lembar Jawaban Komputer (LJK) seperti zaman dulu. Namun saat ini kami menggunakan CAT yang hasilnya bisa dapat diketahui pada saat peserta tes selesai melaksanakan tesnya,” tandas Agam.

Begitu peserta tes selesai, beber Agam, hasilnya langsung kelihatan di pengumuman apakah peserta itu melampaui passing grade atau tidak.

Agam melanjutkan, setelah pengumuman maka peserta akan diadministarikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Setelah itu, baru dari Kementerian terkait akan mengurus administrasi penerbitan Surat Keputusan (SK).

Menurut Agam, segala sesuatu prosedur yang terkait dengan penerimaan CPNS maupun PPKK dilakukan tanpa mekanisme pertemuan tatap muka. Semua berbasis teknologi CAT.

Baca Juga:   Diduga Korban Tabrak Lari, Warga Katingan Luka Parah

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak tertipu oknum yang ingin membantu menolong menjadi perantara dengan imbalan iming-iming sejumlah uang tertentu. Bahkan memasang tarif untuk menjadi pegawai. Itu tidak betul, tidak ada sama sekali proses seperti itu” pungkas Agam Bayu Suryanto.

Diberitahukan sebelumnya, Subdit Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus satu pelaku penipuan rekrutmen CPNS Kategori II Kemendikbud berinisial HB.

Dalam memuluskan aksinya itu, HB dilengkapi tanda pengenal Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal untuk meyakini korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 378 dan pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun hukuman penjara.

(dis/beritasampit.co.id)