Polisi Ringkus Satu Pelaku Penipuan Rekrutmen CPNS Kemendikbud

1479
Jajaran Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya Saat Jumpa Pers Pengungkapan Kasus Penipuan di Mapolda Metro, Jakarta Selatan, Selasa, (13/8/2019). Dok: beritasampit.co.id/Adista Pattisahusiwa

JAKARTA— Subdit 2 Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meringkus satu tersangka penipuan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori II Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Tersangka berinisial HB itu dibekuk polisi di rumah kontrakannya daerah Pulo Gadung Jakarta Timur. Sejumlah barang bukti berhasil disita petugas.

“Kami tangkap saat tersangka sedang main kartu di kontrakannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat jumpa pers di Mapolda Metro, Jakarta, Selasa, (13/8/2019).

Baca Juga:   Polisi Tetapkan Eggi Sudjana sebagai Tersangka Makar

Argo menjelaskan, tersangka tersebut beroperasi menipu para korban CPNS di beberapa wilayah DKI Jakarta diantaranya di Gedung E Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan.

Kantor BKD Balaikota DKI Jakarta, dan di daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

“Dia mengaku sebagai PNS sesuai tanda pengenal Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal,” imbuh Argo.

Selain itu, lanjut Argo, tersangka yang berusia 57 tahun itu juga mengaku mempunyai Akses dengan pejabat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), sehingga bisa meloloskan CPNS Kategori II Honorer.

Baca Juga:   Kepolisian Akan Bentuk Tim Khusus Tindaklanjuti Laporan Puisi Sukmawati

“Pelaku bahkan bisa membuat dokumen mengatasnamakan Kementerian terkait. Dia membuat SK penetapan peserta CPNS K2. Dia pun minta uang Rp 100 juta untuk penempatan di DKI Jakarta, sedang Rp 70 juta untuk penempatan di luar Jakarta,” pungkas Argo Yuwono.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 dan pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.

(dis/beritasampit.co.id)