VIRALKAN ! Pengelolaan Feri Layak Dikritik. Warga Mentaya Seberang Tambah Derita

3597
BERBAHAYA :IST/BS - Akibat jadwal libur dari pengelola feri, warga Mentaya Seberang terpaksa nekat mengangkut sepeda motor ke atas klotok dan ini sangat berbahaya

SAMPIT – Upaya pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kotim menggali pendapatan asli daerah perlu dikritik. Apa sebab, pengolahan feri penyeberangan alih-alih memberikan kenyamanan warga malah justru sebaliknya.

Untuk diketahui pengelolaan feri penyeberangan, Sampit – Mentaya Seberang dikelola pihak swasta dan dikenakan tarif angkutan.

Pengelolaan terhadap angkutan penyeberangan mematik tangapan hingga perlu menjadi perhatian serius agar tidak terulang lagi.

Kini warga kecewa. Hal ini diketahui layanan pengelolaan feri yang tiba-tiba terhenti pada saat Idul adha, padahal sarana tersebut vital.

Baca Juga:   Mau Tahu Arti Nama Sukamara, Baca Buku "Sukamara Selayang Pandang"

Ketua KAHMI Kotim, Zam’an mengaku mendapatkan banyak keluhan dari warga di Mentaya seberang. Pada awalnya dirinya mengaku tidak mengetahui, pasalnya dirinya jarang sekali menyerang ke Seranau, tapi menurutnya keluhan warga perlu disikapi.

Menurutnya, pengelola tidak boleh menghentikan pelayanan karena menyangkut fasilitas pelayanan publik. “Tidak ada yang namanya hari libur, sekalipun itu lebaran. kondisi ini (layanan feri, Red) persis seperti rumah sakit, kantor polisi, lantas, ambulan, dan fasilitas lainnya.” katanya, Senin (12/8/2019).

Untuk diketahui, akibat dari Ferry penyeberangan yang libur,saat hari raya Idul Adha. Masyarakat Mentaya Seberang nekat menggunakan kelotok untuk mengaku motor.

Baca Juga:   ​Bupati Minta Utamakan Jalur Kekeluargaan

” Situasi ini berbahaya bagi keselamatan pengguna dan ini harus jadi perhatian pihak terkait.” katanya (jun/beritasampit.co.id)