Ini Daftar Ketua Parpol Di Kotim. Siapa Ya, Berpeluang Mencalon Bupati?

1550

SAMPIT – Menjabat ketua partai politik sudah pasti bertujuan untuk kepentingan politik. Ya, duduk diposisi politik, baik legislatif dan eksekutif, atau mungkin sebagai pengatur di keduanya dengan orientasi tetap pada kepentingan.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur ada banyak ketua partai politik. Apakah momentum Pilkada 2020 mereka mencalonkan diri. Sebagai catatan syarat pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kotim minimal didukung 8 kursi DPRD. Berikut daftar para petinggi parpol di daerah ini.

1. Ahmad Yani – Ketua PDIP. Menjabat partai moncong putih belum genap sebulan, tapi dia bukan orang baru di partai tersebut. Pengalaman pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kotim. Lewat pemilu 2019 lalu, PDIP meraih 7 kursi, ini kursi parpol terbanyak. Untuk maju di Pilkada PDIP perlu koalisi, setidaknya mencari 1 kursi dari rekan parpol lain.

2. H. Supriadi – Ketua Partai Golkar. Pengalaman di DPRD pernah menjabat Wakil Ketua dua periode. Pengalaman lain pernah calon bupati dan calon wakil bupati pada dua kalo kontestasi Pilkada. Partai Golkar pada pemilu legislatif 2019 meraih 6 kursi. Untuk menjadi pengusung pilkada, Golkar butuh 2 kursi lagi, sudah pasti harus koalisi.

3. Muhammad Rudini Darwan Ali – Ketua PAN. Pengalaman pernah duduk di DPRD hasil pemilu 2014 melalui partai Demokrat dan mengundurkan diri mengikuti kontestasi pilkada 2015 sebagai calon bupati. Lewat Pileg 2019, dia terpilih kembali di daerah pemilihan MB Ketapang. Prestasinya, kini PAN mendulang 6 kursi, naik 100 persen dari periode sebelumnya. Untuk bisa mengusung calon PAN perlu rekan koalisi minimal 2 kursi.

4. Parimus – Ketua Partai Demokrat. Lewat Pileg 2019 dia terpilih kembali untuk periode yang ketiga kali. Jabatan di DPRD Kotim sebagai Wakil Ketua periode 2014-2019. Untuk periode 2019-2024 partai berlambang mercy ini mendudukan wakilnya di parlemen sebanyak 5 orang. Jelas, Pilkada butuh tambahan minimal 3 kursi lagi dari parpol lain. Dengan siapa ya rekan koalisi demokrat?.

Baca Juga:   Ciptakan Rasa Aman, Ini yang Dilakukan Polsek Balai Riam

5. H Ary Dewar, Ketua Partai Gerindra. Berlatar belakang kepala desa. Di legislatif dia berpengalaman. Terpilih jadi anggota DPRD Kotim, periode ketiga pada pileg 2019. Saat ini partai yang dimpinnya memperoleh 5 kursi. Apakah pada Pilkada 2020 dia maju sendiri atau mengusung kader sendiri?, namun yang jelas Gerindra perlu berkomunikasi dengan partai lain untuk bersama-sama dan perlu 3 kursi lagi. “Nanti tunggu saatnya, akan diumumkan, katanya.

6. Ansen Tue – Ketua Nasdem. Secara pengalaman di legislatif, dia belum pernah terlibat sebagai perserta langsung. Selama ini berposisi sebagai swasta profesional. Apakah dipanggung pilkada 2020 berdiam diri sebagai pengatur belakang layar lagi atau akan tampil sendiri?. Tapi, untuk diketahui Partai Nasdem memiliki 4 kursi hasil Pileg 2019. Untuk mengusung calon perlu merapat ke parpol lain.

7. Shohibul Hidayah – Ketua PKB. Lewat Pileg 2019 di bawah kendalinya partai ini mengalami penambahan 1 kursi dari periode sebelumnya. Saat ini PKB punya 4 kursi hingga berhak membentuk fraksi sendiri di DPRD. Meski tergolong muda, Shohibul cukup punya talenta. Latar belakang aktivitas mahasiswa dan merupakan sarjana psikologi. Tapi untuk maju pilkada PKB perlu membangun komunikasi dengan rekan parpol lainnya. Apakah pemuda ini berhasrat calon Bupati atau Wakil Bupati?. Kita tunggu pernyataan resminya.

8. Hari Rahmat Panca Setia – Ketua Partai Hanura. Pengalaman menjadi anggota DPRD Kotim periode 2014-2019. Partai Hanura memiliki 1 kursi DPRD Kotim hasil pileg 2019. Meski, turun 1 kursi dari periode sebelumnya, kursi Hanura bisa menjadi penentu. Sehingga sangat mungkin membangun posisi tawar untuk Pilkada mengingat parpol lain membutuhkan rekan koalisi. Apakah sang ketua ingin jadi Bupati atau Wakil Bupati?.

Baca Juga:   Polemik Dana Silva 200 M, Ketua DPRD Kotim : Deposito Tersebut Justru Dinilai Menguntungkan Daerah

9. Budi Sulistiyono – Ketua PKS. Pada Pemilu legislatif 2019 PKS masih bertahan dengan 1 kursi. Perolehan 1 kursi dari Dapil MB Ketapang. Posisi 1 kursi PKS ini membuat partai ini punya pengaruh membangun arah koalisi dan mengajukan tawaran di Pilkada. Apakah mengajukan kader sendiri atau ikut dalam gerbong partai lain. Sinyal di partai ini memiliki kader potensial yaitu H Heru Hidayat (ketua PKS Kalteng) dan H Abdul Sahid (anggota DPRD Kotim 2014-2019).

10. Sosiawaty – Ketua Partai Perindo. Partai politik baru, tapi jangan dianggap remeh, Pileg 2019 merupakan kali pertama mengikuti pemilu dan langsung mendudukan 1 orang anggota DPRD. Peluang Perindo di pentas pilkada 2020 sama dengan parpol lainnya.

11. HM Taufiq Mukri – Ketua PPP. Menjabat Wakil Bupati Kotim dua periode. Meski parpol yang dipimpinnya tidak berhasil dapat kursi DPRD bukan berarti peluangnya tertutup. Kebutuhan partai politik lain terhadap figur menjadi bahan pencermatan.

Apalagi dengan konfigurasi peta parpol yang tidak ada satupun yang mampu mengusung tunggal. Celah masuk mantan birokrasi gaek ini menjadi sangat besar.

Sementara itu, sejumlah partai politik, seperti Partai Berkaya yang digawangi HM Thamrin Noor, PSI dengan Ketua Rubiannur, PBB, PKPI dan Garuda masih berpotensi mempengaruhi arah koalisi yang dibangun parpol pemilik kursi DPRD. Lalu siapa ketua Parpol berpeluang, simak kembali peta kursi di atas.

(jun/beritasampit.co.id)