Taman Nasional Tanjung Puting Sasaran Api, Bupati Minta Doa

Editor : Maulana Kawit

PANGKALAN BUN – Helikopter Water Boombing milik BNPB Pusat mengalami kerusakan, akhirnya Bupati Kobar Hj Nurhidayah batal meninjau zona lokasi karhutla yang melanda sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

“Tadinya saya akan keliling kebeberapa lokasi meninjau karhutla ke TNTP, Tanjung Pututri, Kotawaringin Lama sampai Telaga Pulang dan Sungai Cabang wilayah perbatasan dengan Seruyan, karena helikopternya mengalami kerusakan sehingga batal,” ucap Bupati Hj Nurhidayah,kepada sejumlah awak media Minggu (8/9/2019) di Apron Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

Hingga saat ini Karhutla di zona Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) mulai terkendali walaupun masih ada titik hotspot dan terus menerus dilakukan pemadaman oleh tim satgas karhutla.

“Saat ini fokus pemadaman api masih di Sungai Cabang dan Telaga Pulang, selain musibah karhutla juga terjadi kesulitan mendapatkan air bersih, yang lebih prihatin lagi akses ke desa itu sangat sulit karena harus melalui jalur laut, untuk itu saya mohon doa dari masyarakat Kobar agar segera turun hujan,” ujar Nurhidayah.

BACA JUGA:   Hati-hati Pelihara Burung Cucak Rowo, Cucak Ijo!

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Petrus Rindra mengatakan saat ini titik hotspot di TNTP mulai berkurang dimana awalnya mencapai 60 titik Hotspot diareal seluas 237 hektare terbakar.

“Pemadaman api saat ini terus dilakukan di Sungai Cabang baik melalui darat dan udara, dan sementara saat ini titik hotspot di kawasan zona TNTP mulai berangsur padam,” ujar Petrus.

Sementara itu Komandan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Didik Setya mengatakan hampir dua minggu dua helikopter Water bombing melakukan pemadaman Karhutla khususnya di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting masih terfokus di Sungai Cabang dan Telaga Pulang perbatasan Seruyan.

BACA JUGA:   Tak Berdaya, Kawanan Pencuri Babak Belur Dihakimi massa

“Hampir dua minggu ini ada dua helikopter Water bombing memang standby di Kobar satu helikopter jenis Kamov yang mampu mengangkut 4000 liter dan jenis bolco khusus patroli dengan kapasitas mampu angkut air hanya 500 liter saja, saat ini pemadaman api melalui udara mengalami kesulitan air sehingga saat ini dalam sehari hanya mampu 17 kali shorty yang awalnya dalam sehari bisa 20 kali shorty,” kata Didik.

Saat ini api masih bermunculan di kawasan Sungai Cabang dan Telaga Pulang, awalnya titik Hot spot mencapai 85 persen dalam kawasan itu kini sisa 50 persennya dan pemadaman terus dilakukan meski ada kendala karena lokasinya dalam hutan sehingga helikopter Water bombing harus mengambil air dari muara sungai Kumai sebelum melakukan shorty.

(man/beritasampit.co.id).