Kabut Asap Tebal, Ancaman Pelaku 15 Tahun Penjara

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Asap tebal terus menyelimuti Kalimantan Tengah, akibatnya semua aktivitas mengalami gangguan. Selain itu serangan penyakit pun mulai dialami sebagian warga Kalteng seperti tenggorokan kering, mata merah bahkan ISPA bagi anak-anak.

Meski beberapa oknum warga ditangkap diduga sebagai pelaku pembakar lahan dan hutan. Pemerintah pun mengambul tindak tegas dengan memberikan efek jera dengan mengeluarkan aturan yang bila dilanggar hukumanya lumayan berat.

“Sekarang ancaman maksimalnya hingga 15 tahun, akibat ulahnya membakar lahan dan hutan,” kata Humas PN Palangka Raya, Zulkifli, Senin (09/09/2019)

BACA JUGA:   Kesetanan! Mardi Tega Tusuk Anak Kandungnya Hanya Gara-gara Sepele Ini

Ia juga menjelaskan bahwa pasal yang akan diterapkan kepada pelaku pembakar yakni tentang lingkungan hidup, Praperta dan KUHP. Akan tetapi pihaknya akan lebih fokus kepada lingkungan hidupnya terlebih dahulu.

“Lingkungan hidup terlebih dahulu, kalau sebelumnya menggunakan perda otomatis hanya tipiring saja,” jelasnya.

Dengan adanya kesepakatan inilah, kedepannya akan membuat efek jera bagi pembakar lahan dan hutan yang ada di Kalteng. Sedangkan hukuman minimalnya ada yang tiga bahkan empat tahun, namun kita lihat peran pelaku itu sendiri.

BACA JUGA:   Fakta Mengejutkan Dibalik Kematian Eko, Ternyata Begini Keseharian Sang Ayah

“Kita cari dahulu alasan mereka membakar apa, baru disitu kelihatan hukuman apa yang tepat untuk pembakar lahan,” Tuturnya.

Diakuinya, pelaku pembakar lahan ini sudah sangag tidak terpuji lagi. Bagaimana tidak bukan hanya merugikan masyarakat Kalteng saja, itu juga dapat menyebabkan penyakit bagi anak-anak.

“Kasian anak-anak yang menghirup udara bekas kebakaran hutan dan lahan ini,” tutupnya.

(aul/ beritasampit.co.id)

Previous articleDewan Ingatkan SPBU prioritaskan Kebutuhan Masyarakat
Next articleBendera Kesultanan Kutaringin Berkibar di FKN Ke XIII di Tanah Luwu Sulsel