Asap Pekat Kepung Kotim, Dewan Minta Liburkan Sekolah

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Bahaya dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kotawaringin Timur saat ini dinilai semakin mengancam kesehatan masyarakat.

Dalam hal ini M Khozaini meminta agar pemerintah daerah segera bertindak agar masyarakat tidak terlalu banyak terkena dampaknya.

Anggota DPRD Kotim asal dapil Ketapang dari partai Hanura ini juga menjelaskan dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat saat ini yaitu kabut asap yang semakin hari semakin mengganggu aktivitas normal serta berdampak buruk bagi kesehatan.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Kotim Minta Dinsos Perhatikan Stok Logistik Antisipasi Bencana Alam

“Selain mengganggu aktivitas masyarakat secara normal, kabut asap ini juga menurut saya sudah sangat membahayakan kesehatan para pelajar di Kotim ini, kita ketahui para pelajar kita rata-rata berkendara sendiri kesekolah dengan jarak pandang yang terbatas, dan menghirum udara bercampur asap itu pastinya akan mengancam fisik mereka,” ungkap Khozaini. Jumat (13/9/2019) tadi siang.

Dia juga meminta ketegasan dan kebijaksanaan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan agar segera meliburkan sekolah yang peserta didiknya rentan terserang penyakit ISPA serta para siswa atau siswi yang terkena atau ada riwayat penyakit asma.

BACA JUGA:   Harapan Ketua DPRD Pada Hut Kotim Ke 68

“Kita harap Disdik Cepat meliburkan sekolah-sekolah yang fisik muridnya rentan terserang ISPA, seperti Sekolah Dasar sampai sederajat, jangan sampai nanti dalam hal ini ada korban dan pemerintah disalahkan akibat salah membaca situasi dan kondisi bencana saat ini,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)