Lomba Kelotok Hias, Semarakkan HUT Ke 60 Kobar

PANGKALAN BUN – Lomba Kelotok Hias yang digelar Minggu siang, (6/10/2019) di Dermaga PT Kirindo Aria Bimasari Pangkalan Bun kembali menyemarakkan Hari Jadi ke 60 tahun Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pantauan berita sampit,sedikitnya ada 30 peserta yang mengikuti lomba,mereka menampilkan berbagai hiasan dan asesoris yang cukup unik dan menarik dimasing-masih Kapal Kelotoknya.

800

Sebagai Juri Lomba, masing­ – masing Yalmo Safwan, selaku pemerhati budaya Kobar, Heri Roustaman dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Yusuf Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kobar.

BACA JUGA:   Jalur Transportasi di Kobar Kembali Dibuka

“Festival Batang Arut melalui lomba kelotok hias ini merupakan bentuk penghormatan serta menghidupkan kembali masa keemasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut,” kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat memberikan sambutan diacara melepas para peserta lomba.

Menurut Bupati, kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan kembali akar budaya, di mana pada masa keemasannya aliran Sungai Arut merupakan penggerak ekonomi, sosial dan budaya di Pangkalan Bun dan sekitarnya.

“Dalam acara Lomba Hias Perahu Kelotok juga mengandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan dan kebiasaan lokal yang didapat oleh masyarakat yang beraktivitas dialiran sungai tersebut,” ujar Bupati.

BACA JUGA:   Tim Penilai Polda Kalteng Turun Langsung Uji Kelayakan Desa Pangkalan Satu Sebagai 'Desa Pantang Mundur'

Dijelaskannya, kearifan lokal merupakan hal yang penting untuk dilestarikan, karena merupakan sumber daya sosial yang akan selalu ada dan mampu diperbaharui dengan kreativitas.

“Maka dari itu kearifan lokal tersebut diperlukan untuk berkreasi dalam rangka menambah nilai budaya daerah aliran Sungai Arut sebagai zona kreatif untuk menumbuh kembangkan obyek wisata lokal”,pungkas Hj.Nurhidayah. (Hen/Man/berita Sampit).