Jelang Natal, Harga Cabai di Kuala Kurun Diprediksi Tembus Rp 150 Ribu Per Kilogram

FOTO : Pedagang sayur di pasar UKM Kuala Kurun, Uthan G. Salilah.

KUALA KURUN – Pedagang sayur di pasar UKM Kuala Kurun, Utan G. Salilah (62) menuturkan, harga eceran cabai rawit di daerahnya saat ini masih bertahan diharga Rp 100 ribu per kilogram.

“Padahal sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, harganya cuma Rp 80 ribu per kilo. Biasanya kalau memasuki minggu hari besar keagamaan, harga cabai di sini bisa tembus Rp 150 ribu,” jelasnya.

800

Dari sekian banyak komoditas sayuran, hanya jenis sayur lokal yang harganya stabil sepanjang tahun. Diantaranya seperti kelakai, pakis alias bajei, rebung, serai, dan daun singkong.

BACA JUGA:   Dukung Peningkatan Sektor Pertanian, Pabung Gunung Mas Ikut Tanam Jagung Hibrida di Poktan Sejahtera

“Mungkin karena ditanam sendiri dan langsung dijual kepada kita. Sedangkan sayuran lokal yang berasal dari Palangka Raya itu yang sering naik harganya. Kami cuma bisa menyesuaikan harga saja dengan mempertimbangkan susut atau busuknya jualan,” katanya.

Menurutnya, harga sayur kol, kentang dan wortel masih masih stabil. Namun sewaktu-waktu harganya bisa melonjak seketika apabila suplai dari pulau Jawa terhambat.

BACA JUGA:   Sambangi Pos Pengawasan Masuk Gumas, Gubernur Bagikan 1000 Masker

“Kalau harga bawang merah dan bawang putih masih berkisar Rp 35 ribu per kilogram. Sementara belum terjadi fluktuasi harga yang signifikan,” sebutnya.

Jika diperhatikan, ujarnya, dalam beberapa waktu terakhir daya beli masyarakat terhadap sayur-sayuran cenderung menurun.

“Mungkin disebabkan banyak usaha masyarakat yang sedang susah, terutama hasil hutan dan emas,” imbuhnya. (adn/beritasampit.co.id)