Walikota: APBD 2020 Cerminan Niat Meningkan Ekonomi Daerah

PALANGKA RAYA-Singkronisasi kebijakan pemerintah daerah di tuangkan dalam rancangan kebijakan umum (KUA) APBD dan rancangan prioritas dan plafond anggaran sementara (PPAS) yang disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD sebagai dasar Raperda tentang APBD tahun anggara 2020.

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Umi Mastikah saat membacakan pidato tertulis Walikota menyampaikan rancangan KUA PPAS dalam rapat paripurna ke 11 masa sidang sidang I tahun sidang 2019/2020 yang dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan, Basirun B Sahepar, Selasa (15/10/201).

Menurut Umi, Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020 tetap memperhatikan visi Kota Palangka Raya yaitu terwujudnya Kota Palangka Raya menjadi kota yang maju, rukun, dan sejahtera untuk semua dengan misi Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   PPKM Level 3, Ekonomi Masyarakat Palangka Raya Mulai Tumbuh

Oleh karenanya, lanjut Umi, APBD tahun 2020 secara riil tetap diupayakan mencerminkan niat pemerintah daerah untuk peningkatan ekonomi daerah dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Seperti telah diketahui bersama bahwa kebijakan anggaran belanja berdasarkan money follows program dengan cara memastikan hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan dan bukan sekadar karena tugas fungsi SOPD yang bersangkutan,” jelasnya.

Adapun posisi RAPBD Kota Palangka Raya tahun anggatan 2020 yaitu; pendapatan sebesar Rp 1,15 Triliun lebih dan belanja sebesar Rp 1,17 Trilun lebih. Sedangkan pembiayaan netto sebesar Rp 22,1 Miliar lebih.

“Pendapatan Darah Kota Palangka Raya pada RAPBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp 1,15 Triliun lebih atau 0,60%, naik dibandingkan dari target tahun anggaran 2019,” rinci Wakil Walikita membacakan pidato tertilis Walikota Palangka Raya.

BACA JUGA:   Denda Pelanggar Perda Disiplin Prokes Ada Kelonggaran 50 Persen

Lebih lanjut dirinya merinci, dari Rp 1,15 Trilun lebih tersebut dengan rincian; PAD sebesar Rp 168 Miliar lebih. Dana Perimbangan sebesar Rp 879 Miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 109 Miliar lebih.

Sedangkan belanja daerah dalam RAPBD tahun anggaran 2020 terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung dengan Pagu sebesar Rp 1,17 Triliun lebih, yakni Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 618 Miliar lebih dan belanja langsung sebesar Rp 559 Miar lebih.

(gra/beritasampit.co.id)