Masuk Kampus Ini, KPK Ingin Ada Edukasi Anti Korupsi

PAPARAN : IM/BS - Romy Iman Sulaiman saat memaparkan materi seminar sosialisasi tentang anti korupsi kepada mahasiswa STIH Habaring Hurung Sampit, berserta seluruh tamu undangan.

SAMPIT — Seminar Sosialisasi yang di lakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Habaring Hurung (STIH HR) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bertujuan untuk memberikan edukasi tentang anti korupsi kepada mahasiswa.

“Edukasi anti korupsi di perguruan tinggi sangat diperlukan, karena itu untuk menjadi bekal para mahasiswa ke depan,” sebut Romy Iman Sulaiman,SI,.MM. selaku Spesialis Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Deputi Pencegahan KPK RI, Rabu 16 Oktober 2019 saat dibincangi beritsampit.co.id di aula kampus STIH Habaring Hurung Sampit.

Lebih lanjut Romy Iman Sulaiman menyebutkan, edukasi bagi mahasiswa sangat penting, tidak hanya edukasi anti korupsi, tapi internalisasi jiwa-jiwa integritas dan perilaku anti korupsi.

BACA JUGA:   Tahap Akhir Seleksi Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Peserta Diuji Kompetensi Bidang Teknis

Lewat seminar sosialisasi itu diharapakan mahasiswa sudah bisa tertanam jiwa anti korupsi, sehingga pada saat mahasiswa menjadi profesional kedepannya dan bahkan menjadi pejabat negara menjadi insan yang anti korupsi.

“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi generasi penerus, karena KPK RI memiliki visi tahun 2045 nantinya, dimana disitu terkandung nilai-nilai Indonesia tanpa korupsi, mereka yang jadi Mahasiswa saat ini pada 2045 tentunya akan memegang peran-peran penting,” tandas Romy Iman Sulaiman.

BACA JUGA:   Buaya Ditemukan di Sungai Mentaya, Begini Kondisinya?

Lebih jauh Romy menambahkan seyogyanya jika memang tahun 2045 nanti menginginkan Indonesia bebas korupsi maka mahasiswa harus dijadikan agen perubahan anti korupsi. Kalau masih ada jiwa korupsi seperti membohongi orangtua, mencontek, membolos sangat dekat dengan sifat korupsinya.

“Kalau masih berbohong, mencontek, membolos itu saya kira akan jauh ke arah sana, tapi jika di lihat saat ini banyak yang mulai kritis dengan permasalahan yang ada saat ini tentu kedepan akan ada sekelompok mahasiswa yang anti akan korupsi itu,” katanya.

(im/beritasampit.co.id).