Kebijakan Harus Diiringi Kualitas Pelayanan

H Johansyah

Editor : Maulana Kawit

PULANG PISAU – Aturan parkir berbayar bagi pengunjung Taman Sumbu Kurung, Pulang Pisau, kebijakan tersebut mulai mendapat tanggapan. Salah satunya Fikri, warga Gohong yang kerap mangkal di Taman Sumbu Kurung ini mengaku kaget dengan aturan baru tersebut.

Menurut Fikri pemerintah dianggap terlalu cepat memberlakukan kawasan Siring Sumbu Kurung sebagai area parkir berbayar. Pasalnya menurut Fikri Taman Sumbu Kurung baru saja menjadi ikon para pemuda Pulang Pisau yang memerlukan tempat santai yang gratis.

“Bukannya tidak patuh terhadap aturan, ya, tapi menurut kami untuk Sumbu Kurung jangan dulu lah, sebab kawasan ini baru saja mulai ramai, biarkan kami warga menikmati secara gratis dulu. Dengan aturan parkir bayar ini rasanya kita jadi repot harus menyiapkan uang kecil sekedar untuk singgah saja,” harap Fikri.

BACA JUGA:   Masyarakat Diminta Jeli Kelola Lahan Tidur

Terpisah tokoh masyarakat Pulang Pisau H Johansyah mengaku memaklumi semangat pemerintah yang ingin mendorong peningkatan Pendapatan Asli daerah (PAD) khususnya dari sektor retribusi parkir. Namun mantan anggota DPRD Pulpis ini juga mengimbau agar kebijakan tersebut harus diiringi dengan perbaikan kualitas layanan.

Keberataan para pengunjung Taman Sumbu Kurung atas kebijakan parkir berbayar dikatakan Johansyah bisa saja karena minimnya fasilitas penunjang yang ada di taman tersebut.

BACA JUGA:   Waket I DPRD Pulpis Prihatin Dengan Peredaran Narkoba

“Saya dengar ada yang membandingkan dengan taman lain yang punya fasilitas untuk foto selfi atau tersedia kawasan kuliner. Ini harusnya jadi masukan pada dinas terkait agar kreatif, jangan sampai hanya menarik retribusi saja tapi tidak melakukan pembenahan di taman siring. Di kawasan tersebut, misalnya bisa saja dibuat area olahraga, kawasan foto selfi atau menata kawasan kuliner, sehingga pengunjung bisa merasa puas datang kesitu,” tutupnya.

(pra/beritasampit.co.id)