Kondisi Hutan dan Lahan Di Sukamara Kritis

Sosialisasi : ENN/BS - Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi saat membuka sosialisasi pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dalam rangka upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan yang dilaksanakan di Aula Bappeda, Senin (21/10/2010).

SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengatakan bahwa bahwa dari sisi lingkungan, kondisi hutan dan lahan di Kabupaten Sukamara berada pada kondisi yang cukup kritis.

Hal ini terlihat dari indeks kualitas tutupan lahan (IKTL) Kabupaten Sukamara tahun 2018 termasuk dalam kategori rwndah yaitu hanya 47.9 persen dan indeks tutupan hutan (ITH) hanya sebesar 27,76 persen.

BACA JUGA:   Pemkab Sukamara Akan Lakukan MoU Dengan Ponpes Darul Hijrah Banjarmasin

“Kedua indeks ini terendah kwdua di Provinsi Kalimantan Tengah,” ungkap Ahmadi saat membuka sosialisasi pengakuan Masyarakat Hukum Adat di Bappeda Sukamara, Senin (21/10/2019).

Ahmadi juga menerangkan bahwa dari hasil kajian lingkungan hidup RPJMD Kabupaten Sukamara tahun 2018-2023 kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk jasa ekosistem penyediaan air, pengaturan air dan pemurnian air berada dalam kondisi buruk.

BACA JUGA:   Diduga Tersambar Petir, Seorang Pelajar SMK Meninggal Dunia

“Berdasarkan hasil itu, maka kita perlu mendorong upaya percepatan pengakuan masyarakat hukum adat dalam upaya perlindungan dan konservasi sumber daya alam dan lingkungan,” ujar Ahmadi.

“Agar sumber daya alam terutama hutan yang masih kita miliki terjaga kelestariannya dan bermanfaat bagi generasi saat ini dan generasi anak cucu kita nantinya,” lanjut Ahmadi. (beritasampit.co.id )