Pendataan dan Verifikasi BPNT Harus Tepat Sasaran

Foto : (RDI/BS)Bupati Seruyan Yulhaidir saat menghadiri acara louncing Bantuan Pangan Non Tunai

Editor: Maulana Kawit

KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan Yulhaidir menegaskan saat pendataan dan verifikasi di lapangan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar benar-benar diperhatikan supaya tepat sasaran.

“Sesuai dengan arahan dari bapak Presiden Jokowi pada rapat terbatas tentang program rastra yang digantikan dengan kartu elektronik yang diberikan langsung rumah tangga sasaran sehingga bantuan disalurkan secara non tunai melalui sistem perbankan,”kata Bupati Seruyan Yulhaidir saat menyampaikan sambutannya di Kuala Pembuang, Senin (21/10/2019).

Sistem baru penyaluran bantuan pangan telah diatur dalam peraturan Presiden No 63 tahun 2017 tentang penyaluran sosial secara non tunai yang diberikan dalam rangka program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial jaminan sosial dan pelayanan dasar.

BACA JUGA:   Ini Harapan Bupati Seruyan Dari Kegiatan Festival Seratus Riam

Program tersebut juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat Untuk menjangkau layanan keuangan formal di perbankan sehingga mempercepat program keuangan secara inklusif.

Menurutnya, penyaluran bantuan sosial secara non tunai di masyarakat di nilai lebih efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, kualitas serta tepat administrasi.

“Oleh karena itu, saat pendataan agar kades-kades untuk benar-benar memilah jangan sampai hanya keluarga nya yang dapat. Kemudian saat verifikasi di Kabupaten agar di cek penerimanya, apakah benar-benar miskin jangan-jangan tidak, ini malah yang berkecukupan yang dapat dan yang miskin tidak dapat bantuan tersebut kita harus adil agar bantuan dari pemerintah pusat ini bisa bermanfaat dan selalu tepat sasaran,”ungkapnya.

BACA JUGA:   Blangko Kosong, Perekaman KTP-E di Seruyan Gunakan Suket

Yulhaidir yang juga mantan Anggota DPRD Seruyan berharap program tersebut jangan dikait-kaitkan dengan politik, misalnya pada saat Pilkades tidak memilih kades yang menang maka masyraka tidak dikasih. Intinya kita harus adil dalam melakukan pendataan tersebut.

“Kalau memang benar-benar tidak mampu dan memerlukan kasihkan saja. Jangan sampai yang punya rumah bagus punya TV punya HP Malah dapat tapi yang rumah reot dan tidak mampu malah tidak dapat ini jangan sampai terjadi,”tegasnya.

(rdi/beritasampit)