Tahun Depan, 500 hektare Lahan Pertanian Jagung Bakal Dibuka

FOTO : Petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas ketika meninjau lokasi pertanian jagung di Desa Tumbang Rahuyan.

KUALA KURUN – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gunung Mas, Kardinal mengatakan, sedikitnya 500 hektare areal pertanian jagung bakal dibuka tahun depan.

“Pembukaan areal pertanian jagung itu akan dibagi dibeberapa kecamatan, seperti Sepang, Tewah, Mihing Raya, Kurun, Rungan dan Rungan Hulu,” jelasnya, Senin (21/10/2019).

Sebelumnya, DPKP Gunung Mas telah membuka areal pertanian jagung seluas 360 hektare. Kini seluruh lahan telah ditanami bahkan beberapa kelompok tani diantaranya telah menikmati hasil panen.

“Benih jagungnya berasal dari bantuan pemerintah pusat, sedangkan membuka lahan, pengadaan pupuk dan pestisida ditanggung oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Gunung Mas,” sebut Kardinal.

BACA JUGA:   Bupati Gunung Mas Apresiasi Pengabdian dan Kinerja Darminto Hutasoit

Menurutnya, bisnis pertanian jagung saat ini cukup menjanjikan. Pasalnya, salah satu pabrik pakan ayam di Provinsi Kalimantan Selatan membutuhkan jagung dalam skala besar sepanjang tahun.

“Sejauh ini, pertanian jagung yang terpantau cukup baik ada di kawasan Kecamatan Kurun dan Tewah. Dinas juga memfasilitasi penjualan langsung ke pabrik kompit/pakan ternak ayam di Banjar Baru. Sebab, hampir 60 persen pakan ternak ayam itu terbuat dari jagung. Makanya bisnis ini sangat menjanjikan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Harga Ayam di Kuala Kurun Bertahan Diangka Rp 40 Ribu Per Kilo

Kendati begitu, hasil panen tahun 2019 dirasa kurang maksimal. Mengingat sebagian besar tanaman jagung melayu dan terganggu pertumbuhannya karena dilanda kemarau panjang.

“Kendala petani sejauh ini adalah minimnya ketersediaan air, sebab sebagian besar masih mengandalkan air hujan. Makanya saat musim kemarau beberapa waktu lalu, banyak jagung yang kering dan menguning sebelum masa panen,” pungkasnya. (adn/beritasampit.co.id)