Tujuh Fraksi Kompak Menerima RAPBD Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2020 untuk Dibahas

PALANGKA RAYA-Sebanyak tujuh fraksi pendukung DPRD Kota Palangka Raya sebangun sekata berpendapat sama menerima pidato Wali Kota tentang Nota Keuangan Rancangan APBD Palangka Raya tahun anggaran 2020 untuk dibahas lebih lanjut.

Pendapat tersebut disampaikan masing-masing melalui juru bicara fraksinya dalam rapat paripurna ke 12 masa sidang I tahun 2019/2020 yang berlangsung, pada Senin (21/10/2019) pagi.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto dan dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin-Umi Mastikah Sriosako beserta jajarannya.

Agenda rapat dalam rangka penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi pendukung DPRD terhadap pidato pengantar Wali Kota Palangka Raya tentang Nota Keuangan RAPBD Kota Palangka Raya tahun Anggaran 2020.

BACA JUGA:   DPRD dan Penko Palangka Raya Gelar Rapat Singkronisasi Judul Raperda

Adapun ketujuh fraksi DPRD Kota Palangka Raya, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Nasdem, Fraksi PAN, Fraksi Gerakan Nurani Bangsa dan Fraksi Perindo dan PSI.

Sebelumnya disampaikan posisi RAPBD Kota Palangka Raya tahun anggatan 2020 yaitu; pendapatan sebesar Rp 1,15 Triliun lebih dan belanja sebesar Rp 1,17 Trilun lebih. Sedangkan pembiayaan netto sebesar Rp 22,1 Miliar lebih.

“Pendapatan Darah Kota Palangka Raya pada RAPBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp 1,15 Triliun lebih atau 0,60%, naik dibandingkan dari target tahun anggaran 2019,” rinci Wakil Walikota Palangka Raya, Umi Mastikah membacakan pidato tertilis Walikota Palangka Raya.

BACA JUGA:   DPRD Palangka Raya Tetapkan Rencana Kerja  Tahun 2020

Lebih lanjut dirinya merinci, dari Rp 1,15 Trilun lebih tersebut dengan rincian; PAD sebesar Rp 168 Miliar lebih. Dana Perimbangan sebesar Rp 879 Miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 109 Miliar lebih.

Sedangkan belanja daerah dalam RAPBD tahun anggaran 2020 terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung dengan Pagu sebesar Rp 1,17 Triliun lebih, yakni Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 618 Miliar lebih dan belanja langsung sebesar Rp 559 Miar lebih.

(gra/beritasampit.co.id)