Masyarakat Desa Baru dan Danau Sadar Sambangi Kantor DPRD. Ini Tuntutanya

Teks foto : Aksi Damai Masyarakat Desa Baru dan Danau Sadar mendatangi Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Barsel menuntut perbaikan jalan Asmawi Agani dan Jalan dalam desa.

Editor Maulana Kawit

BUNTOK – Dikarenakan akses jalan Asmawi Agani tepatnya Jelapat-Danau Sadar dan Desa Baru Kecamatan Dusun Selatan (Dusel) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) tidak ada realisasi perbaikannya.

Ratusan masyarakat, Desa Baru dan Danau Sadar menyambangi Kantor Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barsel untuk menyampaikan aspirasi (red-tuntutan) mereka tersebut Senin, (28/10/2019) lalu.

Koordinator Umum Aksi Damai Masyarakat Desa Baru-Danau Sadar Samsudinnor kepada beritasampit.co.id saat ditemui dikediamannya Sabtu, (2/11/2019) mengatakan, adapun tuntutan masyarakat Desa Baru pertama menginginkan adanya perbaikan ruas jalan Asmawi Agani tepatnya jembatan paku arah Desa Danau Sadar-Baru.

“Pasalnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya poros jalan darat penghubung ke kota buntok yang bisa diakses oleh masyarakat,”Katanya.

Dikatakannya, selain masyarakat Desa Baru dan Danau Sadar yang melalui jalan tersebut masyarakat Desa sekitarpun juga melaluinya seperti. Masyarakat Desa Bintang Kurung, Teluk Sampudau, Muara Talang dan Teluk Telaga.

“Bahkan, masyarakat Desa Talio juga melalui jalan tersebut untuk membawa hasil perkebunan, pertanian dan yang lainnya,”terang Samsudinnor.

Adapun tuntutan kedua kata Samsudinnor, masyarakat Desa Baru menginginkan perbaikan jalan dalam desa sebab kurun waktu lima belas tahun ini jalan dalam desa baru.

“Tidak pernah, sama sekali dilakukan perbaikan bahkan keadaan jalan tersebut saat ini rusak parah oleh karena itu kami menuntut diperbaiki,”tandas Samsudinnor.

Senada Penanggung Jawab Lapangan Aksi Damai Masyarakat Desa Danau Sadar Suprianson mengatakan, adapun tuntutan masyarakat Desa Danau Sadar pertama tetap sama seperti tuntutan masyarakat Desa Baru yakni.

BACA JUGA:   Sebagian Besar Wilayah Barsel Memasuki Musim Hujan

“Menginginkan adanya, perbaikan ruas jalan Asmawi Agani yakni menuju Danau Sadar-Baru tuntutan tersebut kami usulkan. Dikarenakan, tidak pernah ada perbaikan apalagi dilakukan pengaspalan itupun hanya dilakukan penimbunan saja,”katanya.

Menurutnya, aktifitas pengguna jalan baik kendaraan roda dua, empat hingga dump truk yang melintasi ruas jalan ini setiap harinya sangat ramai dan menyebabkan polusi udara yakni. Debu jalanan, yang setiap hari masuk kedalam rumah-rumah penduduk.

Hal ini, selalu pihaknya rasakan sekian lamanya pastinya sangat tidak nyaman karena berpengaruh pada kesehatan.

“Sedangkan pada, musim penghujan jalan tersebut berlumpur sehingga menghambat para pengguna jalan yang melaluinya,”ungkap Suprianson.

Adapun tuntutan kedua terang Suprianson, ingin adanya perbaikan Stadion Dayung Danau Sadar dan semua fasilitasnya sebab selama 15 tahun tidak pernah diperhatikan dan dikembangkan sebagaimana mestinya.

“Pasalnya, stadio dayung danau sadar selama ini hanya simbol saja padahal Desa Danau Sadar termasuk desa wisata tetapi dinas terkait seolah-olah tidak memperhatikannya,”ungkapnya.

Ketiga lanjut Suprianson, masyarakat Desa Danau Sadar menginginkan adanya penyiringan sungai, perbaikan jembatan dan gorong-gorong karena bila musim banjir. Arus sungai, sangat deras dan rawan ambrasi (longsor) apalagi ditepian sungai tersebut banyak pemukiman rumah penduduk.

“Oleh karena itu, kami masyarakat Desa Baru dan Desa Danau Sadar meminta kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Barsel agar bisa merealisasikan tuntutan kami ini,”pungkas Suprianson.

BACA JUGA:   Bupati Barsel Hadiri Rakornas Indonesia Maju 2019

Sementara itu Bupati Barsel H Eddy Raya Samsuri mengatakan, tuntutan aksi damai masyarakat Desa Baru dan masyarakat Desa Danau Sadar ini merupakan aspirasi murni untuk membangun daerah yang mereka cintai.

Karena sesuai dengan hasil, Musyawarah perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Desa Kecamatan dan Musrenbang tingkat Kabupaten yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang telah lalu dan aspirasi ini memang sudah ditampung.

“Sehingga, pemerintah daerah berkeinginan agar prioritas yang paling penting akan dilaksanakan serta di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2020 mendatang,”kata Eddy Raya Samsuri.

Dijelaskannya, walaupun diperubahan tahun 2019 ini telah dilaksanakan diharapkan semoga saja ini bisa berjalan dengan baik, tertib dan juga sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Juga bisa bersinergi, dengan Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sehinggga tidak tumpang tindih dengan penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan juga pelaksanaan Dana Desa (DD),”terangnya.

Ditambahkan Eddy Raya Samsuri, aksi damai masyarakat Desa Baru dan Danau Sadar Ini merupakan aspirasi yang dinantikan untuk pembangunan dan kemajuan, kemandirian masyarakat yang ada di Bumi Dahani Dahani Tuntung Tulus Ini.

“Terima kasih, kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan, jembatan dan juga yang lainnya agar ditampung dan direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Barito Selatan,”tandas Eddy Raya Samsuri.

(ded/beritasampit)