Komisi VI DPR Minta Menteri BUMN Fokus Sehatkan Perusahaan ‘Plat Merah’

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. Dok: Istimewa

JAKARTA— Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyoroti utang milik perusahaan ‘plat merah’. Ada 10 BUMN dengan utang terbesar.

Adapun perusahaan pemilik utang terbesar yang dimaksud legislator Fraksi PKS itu adalah PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT. Bank Mandiri Tbk, PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pertamina, PT. Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Taspen, PT. Waskita Karya Tbk, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT. Pupuk Indonesia.

BACA JUGA:   MPR Ingin Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Mulai Dari PAUD hingga TNI Polri

“Saya minta agar Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju bisa fokus untuk lebih menyehatkan kondisi yang ada dalam waktu satu tahun ke depan. Karena perusahaan dengan utang terbesar itu merupakan andalan negara kita,” tutur Nevi, Senin, (4/11/2019).

Nevi bilang, sepuluh perusahaan BUMN itu juga sebagai perwajahan kekuatan bangsa dalam mengelola sumber daya. Untuk itu, diperlukan penyehatan yang kuat, agar lebih mandiri, merdeka dari hutang.

“Sehingga kita mampu memberikan sebesar-besarnya kontribusi dan manfaat untuk mayoritas rakyat Indonesia,” tandasnya.

BACA JUGA:   Temui Ketua MPR, Apkasi Desak Gubernur Sumut Selesaikan Konflik Deli Serdang

Nevi mengatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir perlu dukungan banyak pihak, karena menyangkut hal itu juga merupakan salah satu penyebab, apakah negara akan maju atau akan hancur tergantung cara mengelolanya.

“Utang memang tidak salah, tapi harus tetap waspada. Bukan saja masalah harga diri bangsa, namun ini menyangkut masa depan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Nevi Zuairina.

(dis/beritasampit.co.id)