Mantap ! Hingga Akhir Oktober Pajak Sarang Burung Walet Di Kotim Capai 92 Persen

Sarang Burung Walet. (JUN/BS) - Bangunan budidaya sarang burung walet di kota Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menurunkan nilai objek pajak atau tarif pajak untuk sarang burung walet.

Jika sebelumnya nilai pajak sarang burung walet sebesar 10 persen, kini hanya 5 persen dari hasil.

Penurunan nilai pajak sarang burung walet ini agar pengusaha sarang burung walet lebih peduli untuk membayar pajak daerah dan untuk memenuhi target pendapatan dari Rp100 juta menjadi Rp500 juta.

Dengan strategi menurunkan nilai objek pajak dan menaikkan target pendapatan ternyata dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan,’ ucap Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotim, Marjuki, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, dengan tarif pajak 10 persen untuk mencapai target Rp100 juta terbilang cukup sulit. Namun dengan penurunan tarif pajak ternyata untuk mencapai target Rp500 juta sangat mungkin tercapai.

BACA JUGA:   Kenapa Ya Jualan Jagung Lebih Laris Tahun Lalu ?, Ini  Curhat Penjual Jagung Dadakan di Sampit

Karena menganut sistem self assessment, dimana wajib pajak menghitung melapor dan membayar sendiri pajaknya, maka bagi bangunan sarang burung walet yang sudah tidak aktif maka tidak lagi dikenakan pajak daerah. Untuk itu pihaknya menggandeng assosiasi sarang burung walet.

“Hasilnya hingga Oktober kemarin capain target sarang burung waler sudah mencapI 92 persen dari target Rp500 juta atau sekitar Rp460 juta. Hingga akhir 2019 mendatang diperkirakan pendapatan asli daerah (PAD} dari pajak sarang burung walet bisa mencapai 150 persen dengan jumlah 520 objek pajak,” terangnya.

BACA JUGA:   Meriahkan Tahun Baru Bersama Nongki Singing Contest

Selama 2017, ada 163 bangunan yang pajak hasil panennya dibayar pengusaha atau pemiliknya. Sementara yang sudah terdata di wilayah perkotaan ada 347 bangunan sarang walet dan masih belum semuanya terdata yang diperkirakan ada sekitar 1000 bangunan gedung sarang walet di sejumlah kecamatan.

“Memang target kami untuk pendapatan dari pajak sarang burung walet tidak terlalu tinggi. Namun ini awal dari peningkatan yang signifikan. Untuk sebaran bangunan sarang burung walet yang sebelumnya banyak berada di wilayah selatan Kotim, saat ini sudah bergeser ke wilayah utara,” ungkapnya.

(jun/beritasampit)