Stunting Salah Satu Penyebab Kemiskinan di Kabupaten Katingan

PENANGGULANGAN KEMISKINAN : AR/BS - WAkil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang saat membuka membuka secara resmi rapat Koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah Kabupaten Katingan, di aula kantor Bappelitbang Katingan, Kamis (7/11/2019).

Editor : Maulana Kawit

KASONGAN – Penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu isu strategis yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Katingan tahun 2018-2023.

Strategi penanggulangan kemiskinan daerah sangat diperlukan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan menetapkan konsep.

Pemahaman dan ruang lingkup intervensi kebijakan penanggulangan kemiskinan, menjabarkan strategi ke dalam arah kebijakan, serta mengacu pada indikator-indikator penanggulangan kemiskinan.

Demikian sambutan Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang saat membuka secara resmi rapat Koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah Kabupaten Katingan, di aula kantor Bappelitbang Katingan, Kamis (7/11/2019).

“Konsep penanggulangan kemiskinanan adalah bagaimana upaya kita untuk menurunkan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan dengan meningkatkan produktifitas dari masyarakat miskin itu sendiri,” terangnya.

Sunardi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Katingan sedang melaksanakan berbagai program, seperti diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 96 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan Presiden nomor 15 tahun 2010 tentang percepatan penanggulangan kemiskinan.

BACA JUGA:   Katingan Rancang Tahura di Sanaman Mantikei

Sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia bahwa prioritas pembangunan 5 (lima) tahun ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia. Untuk indeks pembangunan manusia di Kabupaten Katingan pada tahun 2018 adalah 67,91 masih di bawah Provinsi Kalimantan Tengah yaitu 70,42. Persentase penduduk miskin Kabupaten Katingan sebesar 5,22 %. Sedangkan Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebesar 5,17persen.

“Permasalahan Iain di Kabupaten Katingan adalah masih tingginya Angka Stunting yaitu pada tahun 2018 sebesar 33,26 persen, sedangkan Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 34,4 persen. Stunting merupakan salah satu penyebab kemiskinan, dimana dampak stunting selain tinggi badan pendek juga berkaitan erat dengan tingkat kecerdasan manusia,” ucapnya.

Sebab, orang Stunting pada umumnya tingkat kecerdasannya rendah yang disebabkan kurangnya asupan gizi selama masa kehamilan sampai bayi umur dua tahun (baduta) yang disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan manusia, karena pada masa inilah terjadinya pembentukan otak manusia sebesar 85 persen. Sehingga sangat penting menjaga asupan gizi pada masa tersebut untuk melahirkan generasi unggul yang sehat dan cerdas.

BACA JUGA:   HDMS Tewang Tumbang Samba Juara 1 Piala Sumpah Pemuda

Hal itu menurutnya, sebagaimana harapan Presiden Jokowi pada tahun 2045 (Indonesia genap berumur 100 tahun) akan memperoleh bonus demografi menuju negara maju. Upaya itu untuk menurunkan angka stanting di Kabupaten Katingan harus kita Iakukan mulai sekarang secara terpadu dan fokus melalui Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KPZS).

“Hal inilah agar angka stunting di Kabupaten Katingan pada saatnya nanti bisa berada pada angka yang rendah yaitu kurang dari 20%, dengan harapan orang yang sehat dan cerdas tidak akan mau menjadi orang miskin,” pungkasnya.

(ar/beritasampit)