Anjurkan Masyarakat Gemar Makan Ikan untuk Turunkan Jumlah Stunting

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elsye

PALANGKA RAYA-Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat asupan gizi yang kurang, sehingga tinggi badan bayi di bawah standar menurut usianya/pendek.  Menyikapi masalah ini, Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elsye mengharapkan ada penurunan angka stunting pada anak yang bisa dilihat secara signifikan.
“Kita berharap upaya penurunan stunting harus dilakukan dengan pesat dan cekatan supaya kita bisa mencetak sumber daya manusia yang sehat dan kuat,” kata Anna, mengutip berneonews, Senin (18/11/2019). Dengan turunnya angka stunting, kedepan akan bisa mewujudkan terciptanya anak bangsa yang pintar, berbudi pekerti luhur, serta mampu berkompetisi di tingkat regional dan global.
BACA JUGA:   Riduanto: Dewan Bisa Mebatalkan Draf Raperda, Tapi Ini Ketentuannya ?
“Pemerintah harus gencar mengupayakan hal ini. Salah satunya yang akan kita peringati dalam waktu dekat ini, Hari Ikan Nasional atau Harkannas. Itu bisa jadi momen untuk pemerintah menyuarakan ajakan makan ikan,” katanya. Dijelaskannya, grmar makan ikan dapat membantu pemenuhan gizi pada anak. “Kita ini kan daerah perairan, tidak susah untuk dapat ikan,” jelasnya.
BACA JUGA:   Batasi Anak Agar Tidak Berlebihan Konsumsi Makanan Menggunakan Bahan Pengawet
“Kita mau mancing juga masih bisa dapat ikan walaupun di Kota Palangka Raya ini. Makanya itu bisa jadi solusi juga untuk pemenuhan nutrisi,” timpalnya. Seperti diketahui, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengumumkan penurunan angka stunting atau kekerdilan pada anak menjadi 27,67 persen atau turun 3,1 persen dari 30,8 persen. “Kemenkes punya tugas bagaimana menghitung anak stunting setiap tahun. Dikerjakan oleh BPS dan Litbangkes, dulu Riskesdas 2018 30,8 persen sekarang jadi 27,67 persen,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek belum lama ini. (gra/beritasampit.co.id)