Begini Isi Pidato Nadiem Anwar Makarim Menyambut HGS 2019

PALANGKA RAYA – Hari Guru Nasional 2019 memantik perhatian publik, berawal dari sosok fenomenal Mendikbud saat ini, yaitu Nadiem Anwar Makarim.

Jebolan CEO Gojek ini digadang-gadang membuat perubahan di sektor pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Khususnya Pendidikan yang menjadi akar pertumbuhan SDM atau Talenta unggul yang bersiap menghadapi bonus demografi di era 4.0.

Pada momen HGN ini Nadiem berpidato untuk guru-guru di seluruh Indonesia. Pidato ini juga bisa diakses melalui kanal teknologi Youtube yang bisa dilihat oleh siapa saja dan kapan saja.

Begini isi pidato Mendikbud Nadiem:

_Bapak dan ibu yang saya hormati, biasanya tradisi hari guru dipenuhi kata-kata inspiratif dan retorika. Mohon maaf tapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya. Dengan hati yang tulus kepada semua guru Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia dan yang tersulit._

_Anda ditugaskan untuk membentuk masa depan bangsa tetapi lebih sering diberi aturan daripada pertolongan. Anda ingin membantu murid yang tertinggal di kelas, tapi waktu anda habis mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas._

_Anda tahu betul potensi anak tidak bisa diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak oleh pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar didunia sekitarnya, tapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan._

_Anda frustasi karena anda tahu di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi yang akan menentukan kesuksesan anak bukan kemampuan menghafal. Anda tahu setiap anak punya kebutuhan yang berbeda namun keseragaman mengalahan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi tapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi._

_Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda, perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidak nyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia, tapi perubahan tidak bisa dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru._

_Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah, ambillah langkah pertama. Besok dimanapun anda berada, lakukan perubahan kecil dikelas anda. Ajaklah kelas berdiskusi bukan hanya mendengar, berikan kesempatan murid mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan satu bakat dalam murid yang kurang percaya diri, tawarkan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan._

_Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. Selamat hari guru. Merdeka belajar. Guru penggerak._

Pidato yang diunggah Mendikbud RI dikanal YouTube ini pada tanggal 24 November sudah dilihat 21.945 pengunjung pada pukul 13.15 WIB.

BACA JUGA:   Ketua Bidang Penanganan Bencana Alam dan Sosial DPP Golkar Minta Semua Pihak Fokus Tangani Korban Erupsi Semeru

(Gby/BeritaSampit)