Daging Ayam Ras Picu Inflasi di Sampit

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Harga daging ayam ras yang cukup tinggi memicu terjadinya inflasi di Sampit, selama bulan November 2019, yakni sebesar 0,35 persen.

Sedangkan tarif jasa angkutan
udara memiliki kontribusi terbesar terhadap potensi terjadinya deflasi 0,19 persen di kota ini. Sementara andil inflasi lainnya di Sampit adalah ikan air tawar (ikan gabus) 0,04 persen.

Dilansir dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (2/12/2019), selama November 2019 di Sampit terjadi inflasi sebesar 0,26 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 140,51 persen, pada Oktober 2019) menjadi 140,88 persen di bulan November 2019.

BACA JUGA:   4 Tahun Luar Biasa, Aquarius Boutique Hotel Sampit Gelar Donor Darah

Dari catatan BPS Kalteng, terjadinya inflasi dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga kelompok bahan makanan 1,36 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,39 persen, dan kesehatan 0,20 persen.

“Dampak dari kenaikan indeks harga terutama kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 4,30 persen, sandang 3,27 persen, kesehatan 2,65 persen, dan bahan makanan 2,49 persen, menjadikan laju inflasi tahun kalender di Sampit sebesar 1,31 persen,” tulis BPS Kalteng dalam rilisnya.

BACA JUGA:   Ada Baiknya Calon Penumpang Perhatikan Hal Ini Sebelum Membeli Tiket Pesawat Secara Online

Sementara, untuk inflasi tahun ke tahun (year on year) terkoreksi sebesar 2,80 persen, didominasi oleh pengaruh kenaikan indeks harga bahan makanan 4,38 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 4,19 persen, sandang 3,66 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 3,09 persen.

(jun/beritasampit.co.id)