Guru Tidak Tetap Lingkup Provinsi Kalteng Capai 2.678 Orang

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran

PALANGKA RAYA-Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sedang menyusun pemerataan kebutuhan guru sebagai bahan dalam penyusunan konsep redistribusi guru.

Demikian dikatakan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam pidato jawaban atas pemandangan umum fraksi pada rapat paripurna belum lama ini.

Menurut gubernur, kebutuhan guru di daerah perkotaan relatif lebih banyak dibanding dengan daerah pinggiran.

BACA JUGA:   Ungkap Kasus Pencurian di Sekolah, Lima Personel Polres Pulang Pisau Terima Penghargaan

Hal ini lanjuynya, disebabkan jumlah penduduk yang lebih banyak di daerah perkotaan, sehingga berimplikasi banyaknya jumlah peserta didik yang membutuhkan layanan pendidikan.

“Redistribusi guru yang direncanakan harus didukung dengan pembiayaan dan juga regulasi agar tidak menjadi permasalahan,” tukasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tambah gubernur, antara lain dengan memperketat usulan mutasi guru kesekolah di perkotaan dan mengusulkan formasi penerimaan guru-guru di wilayah yang kurang melalui tes CPNS 2019.

BACA JUGA:   Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Polres Seruyan Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

“Upaya lain adalah mengangkat guru tidak tetap (GTT) yang berasal dari lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya saat ini mencapai 2.678 orang yang tersebar di SMA, SMK dan DLB se Kalteng,” rincinya.

(gra/beritasampit.co.id)