Guru Tidak Tetap Lingkup Provinsi Kalteng Capai 2.678 Orang

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran

PALANGKA RAYA-Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sedang menyusun pemerataan kebutuhan guru sebagai bahan dalam penyusunan konsep redistribusi guru.

Demikian dikatakan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam pidato jawaban atas pemandangan umum fraksi pada rapat paripurna belum lama ini.

Menurut gubernur, kebutuhan guru di daerah perkotaan relatif lebih banyak dibanding dengan daerah pinggiran.

BACA JUGA:   Demi Suksesnya Pilgub Kalteng 2020, KPU Libatkan 69.470 Orang Penyelenggara

Hal ini lanjuynya, disebabkan jumlah penduduk yang lebih banyak di daerah perkotaan, sehingga berimplikasi banyaknya jumlah peserta didik yang membutuhkan layanan pendidikan.

“Redistribusi guru yang direncanakan harus didukung dengan pembiayaan dan juga regulasi agar tidak menjadi permasalahan,” tukasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tambah gubernur, antara lain dengan memperketat usulan mutasi guru kesekolah di perkotaan dan mengusulkan formasi penerimaan guru-guru di wilayah yang kurang melalui tes CPNS 2019.

BACA JUGA:   Tingkat Hunian Kamar Hotel Bintang di Kalteng Naik 8,39 Poin pada Oktober

“Upaya lain adalah mengangkat guru tidak tetap (GTT) yang berasal dari lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya saat ini mencapai 2.678 orang yang tersebar di SMA, SMK dan DLB se Kalteng,” rincinya.

(gra/beritasampit.co.id)