Wacana Amandemen UUD, Presiden Jokowi: Presiden Tiga Periode Ingin Menjerumuskan

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno menjawab wartawan saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12) siang. (Foto: BPMI Setpres)

PALANGKA RAYA-Setelah lama ambil sikap diam terkait wacana liar amandemen Undang-Undang Dasar (UUD), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara.

Dengan tegas mantan Gubernur DK Jakarta itu menyatakan dirinya presiden produk dari pemilihan langsung dan meragukan wacana amandemen UUD terbatas.

“Apakah bisa yang namanya amandemen itu hanya dibatasi untuk urusan haluan negara? Apakah tidak melebar ke mana-mana?” kata Presiden Jokowi, mengutip dari setkab.go.id, Senin (2/12/2019).

BACA JUGA:   Pantai Prigi Terus Dikembangkan, Ini yang dilakukan Pemkab

Menurut Presiden, wacana amandemen itu sudah lari kemana-mana. Wacana mulai dari Presiden dipilih oleh MPR, Presiden tiga periode dan wacana Presiden satu kali tetapi delapan tahun.

“Lha kan ke mana-mana, seperti yang saya sampaikan,” ujarnya. “Jadi, lebih baik tidak usah amandemen. Ini kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang sekarang ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan,” timpalnya.

BACA JUGA:   Selama Natal dan Tahun Baru, Kapal Pelni Layani 251.611 Pelanggan

Menanggapi wacana presiden dipilih tiga periode, menurut Presiden, itu ada tiga. “Satu, ingin menampar muka saya. Ya. Yang kedua, ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka. Yang ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja. Ini yang sejak awal saya sampaikan,” ucap Presiden Jokowi.

(gra/beritasampit.co.id)