Ini Pendapat Riduanto, Penyebab Kawasan Menteng dan Tilung jadi Langganan Banjir Setiap Musim Hujan

Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Fraksi PDI Perjuangan, Riduanto, SE

PALANGKA RAYA-Saat terjadi hujan lebat di Kota Palangka Raya, kawasan Menteng dan Tilung sudah menjadi langganan air meluber ke jalan bahkan saking tingginya genangan sampai masuk ke rumah penduduk setempat.

Menurut Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Fraksi PDI Perjuangan, Riduanto hal ini diakibatkan kawasan Menteng dan Tiling merupakan daerah cekungan.

Selain itu, drainase atau parit (kanal sekunder) sebelum masuk ke saluran primer tidak mampu menampung limpahan air dari parit atau kanal tersiser yang jumlahnya mencapai 100 parit, lantaran kanal sekunder tidak memadai luas dan kedalamannya.

BACA JUGA:   Subandi: Bangunan Pemkot yang Dihibah Kepada BNN Harus Clean and Clear

“Drainase sekunder Menteng dan Tilung yang lebarnya, kalau Menteng yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi pada tahun 2015 lalu, 120 x 160 Cm. Sedangkan Tilung parit lama, luasnya ngga sampai segitu,” terang Riduanto, Kamis (5/12/2019).

Memang lanjut Riduanto, di daerah Tilung I-VIII atau sampai daerah Puskesmas yang saat ini proyek drainase dari APBD Pemko 2019 yang sedang dikerjakan tidak terjadi banjir.

Akan tetapi tambahnya, di daerah tengah-tengah yang geografisnya daerah cekungan sekitar setengah meter kalau dilihat kasat mata akan selalu menjadi langganan banjir.

BACA JUGA:   "Harapan selalu ada" GKB Patmos Sebar Optimisme Natal

Kondisi ini diperparah imbuhnya, diakibatkan jembatan-jembatan beton panjang yang dibangun oleh masyatakat sama sekali tidak memiliki lobang kontrol untuk membersihkan dibawah jembatan beton.

“Akibatnya sulit untuk menarik kayu-kayu atau sampah atau endapan lumpur dibawah jembatan beton yang begitu panjang, kecuali jembatan dihancurkan menggunakan alat berat, tidak ada cerita kalau dilakukan secara manual. kalau tidak dibersihkan, saluran akan tetap mampet. Air akan tetap meluber ke jalan,” terangnya.

(gra/beritasampit.co.id)