Bulog Sampit : Ketahanan Stok Beras Cukup Hingga 14 Bulan Kedepan

Editor: Maulana Kawit

SAMPIT – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sampit memastikan ketersediaan pangan dan bahan kebutuhan pokok masyarakat mencukupi hingga 14 bulan ke depan. Kepastian ini disampaikan Kepala Bulog Sub Divre Sampit, pada Rakor Dewan Ketahanan Pangan, kemarin.

Dia menerangkan, per Tanggal 3 Desember 2019, stok Beras di gudang Bulog Sampit sebanyak 1.888.465 kilogram (kg), Gula 5.700 kg dan akan datang 100.000 (total stok 105.700 kg), Minyak Goreng 27.706 kg, Daging Beku 6.100 kg dan akan datang 3.000 kg (total 9.100 kg), dan Tepung Terigu 3.960 kg.

“Dengan jumlah stok beras tersebut, maka ketahanan stok beras Bulog Sampit cukup untuk kebutuhan 14 bulan ke depan,” katanya.

Dijelaskan, bahwa realisasi serapan Beras Bulog Sampit sampai dengan Tanggal 3 Desember 2019 adalah sebesar 1.362.800 Kg atau telah melampaui Target serapan Beras yang ditetapkan BULOG Pusat sebesar 1.351.000 Kg dengan persentase realisasi mencapai 101 persen.

BACA JUGA:   Tak Hadir, Gubernur Kalteng Selamati Kotim Lewat WA

“Adapun di sisa waktu Bulan Desember ini, kami masih berupaya untuk menambah realisasi serapan beras dari produksi petani yang ada di Wilayah Kerja Bulog Sampit,” imbuhnya.

Sehubungan dengan ditiadakannya program Rastra dan digantikan dengan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Maka Perum Bulog, terhitung mulai Bulan September 2019 dalam menstabilkan harga beras ditingkat konsumen cukup berkurang.

Hal ini dikarena jumlah beras yang dibagikan per KPM (Keluarga Penerima Manfaat) per bulan hanya 5 kg/bulan, dengan jumlah KPM penerima sebanyak 18.765 KPM, atau rata-rata sebesar 93.825 kg.

Sedangkan Rastra di kabupaten Kotawaringin Timur sebelumnya sebanyak 211.060 kg/bulan. Potensi kenaikan permintaan beras dari masyarakat sebesar (211.060-93.825) x 4 bulan = 468.940 kg.

Bulog Sampit juga siap memasok untuk ketersediaan beras di pasar-pasar jika terjadi kenaikan harga.

Untuk menstabilkan harga beras di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya, pihaknya menyiapkan Operasi Pasar.

BACA JUGA:   Komisi III Pesimis Proyek Ujung Pandaran Mampu Tingkatkan PAD

Realisasi penyaluran Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Subdivre Sampit Tahun 2019, Bulog Sampit telah menggelontorkan Beras CBP melalui Operasi Pasar sebanyak 433.200 kg, dan masih terus dilakukan sampai dengan akhir Desember 2019, sehingga diharapkan dapat terjual sebanyak 660.000 kg.

“Kami berharap BULOG dan Pemda dapat bersinergi untuk dapat menjaga stabilisasi harga beras khususnya untuk mengurangi permintaan beras di masyarakat dengan cara menggulirkan Program Rastra Daerah atau kerjasama penyediaan beras untuk ASN, dan lain-lain,” katanya.

Sementara Realisasi Penyaluran CBP Bencana Alam Subdivre Sampit, sepanjang Tahun 2019 ini, Bulog Sampit belum mengeluarkan beras CBP bencana Alam.

“Adapun sesuai Permensos Nomor 20 Tahun 2019, setiap Kabupaten/Kota mempunyai kuota pengambilan beras CBP Bencana Alam sebanyak 100.000 kg/Tahun,” tutupnya.

(jun/beritasampit)