Pesona Batik, Ini Makna dan Filosofi Motif Batik Kotim

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Guna mengenalkan berbagai corak atau keragaman motif batik Kotim, sehingga menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan pada batik khas daerah ini. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kotim turut menjaga eksistensi batik Kotim dengan menggelar Pesona Batik Kotim., pada rangkaian HUT ke-20 DWP Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Apa makna dan Filosofi dari motif Batik Kotim ?

Anggrek Tebu dan Gayung Birang, adalah dua motif batik Kotim yang saat ini semakin dikenal dan menjadi kebanggaan warga masyarakat Kotim, diwaktu yang bersamaan juga semakin berkembang motif lainnya seperti motif jelawat yang merupakan ikan air tawar yang menjadi ikon Kotim.

Motif Batik Sampit atau Batik Kotim, memiliki makna penting yaitu motivasi. Anggrek tebu merupakan anggrek khas Kotim. Kedua motif ini sengaja dipilih karena punya makna yang dalam sekaligus sebagai harapan dan doa.

BACA JUGA:   Sampit Etnnic Carnival 2019, Berkah Bagi PKL

Bupati Kotim Supian Hadi menyebutkan, motif batik Sampit adalah anggrek tebu atau dalam bahasa Dayak disebut Anggrek Tewu dan motif Gayung Birang.

Hasil penggabungan antara motif gayung birang yang berarti percikan emas yang tercecer dan motif anggrek tebu.

Kedua motif tersebut berasal dari alam, terutama anggrek tebu yaitu tumbuhan sejenis pakis yang dapat hidup dan berkembang di hutan tropis.

Jenis anggrek ini tumbuh liar di hutan pedalaman wilayah utara Kotim, seperti Kecamatan Antang Kalang dan Mentaya Hulu (Kuala Kuayan), sedangkan percikan emas adalah gambaran emas hasil dari usaha penambangan tradisional masyarakat, di daerah penambangan atau pendulangan emas.

Bunga anggrek tebu sangat indah. Warnanya didominasi kuning dan bercak berwana coklat, hitam dan ungu. Dalam satu batang anggrek biasanya terdapat puluhan tangkai bunga.

Sebelum berbunga, tanaman ini didahului batang yang sama persis dengan tebu. kemudian akan muncul batang anggrek di tengah yang kemudian berbunga.

BACA JUGA:   Besok, Ratusan Peserta Siap Ramaikan Sampit Ethnic Carnival

Alasan menjadikan anggrek tebu sebagai motif batik Sampit, karena pertimbangan filosofi hidup anggrek tebu.

Tanaman ini bisa tumbuh di mana saja dengan jenis tanah apa saja dan berdampingan dengan semua tanaman, tanpa mengganggu tanaman lain seperti halnya benalu.

Setelah tumbuh, anggrek tebu akan besar dan lebih dominan. Saat berbunga anggrek ini akan memberikan keindahan terhadap alam di sekitarnya.

Filosofi inilah yang diambil dengan harapan masyarakat Kotim juga bisa terus tumbuh seperti anggrek tebu, Hidup bersama atau berdampingan tanpa mengganggu orang lain. Dengan harapan Kotim akan menjadi kabupaten paling maju diantara kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah, yang diharapkan dapat memberi keindahan, kemaslahatan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kotim khususnya dan Kalimantan Tengah pada umumnya.

(jun/beritasampit)