Praperadilan Kasus Disidik, Polda Kalteng Sebut Sudah Sesuai Prosedur

FOTO (AUL/BS) - Suasana sidang praperadilan.

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Sidang Praperadilan yang diajukan 6 Tersangka Kasus Korupsi dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng yang diduga merugikan negara 5.2 Miliar dan terjadi pada tahun 2014 terus bergulir.

Bertempat di Pengadilan Negara Palangka Raya agenda mendengarkan jawaban termohon yaitu Polda Kalteng yang diwakili oleh Bidang Hukum. Selasa (10/12/2019)

Dalam jawaban termohon didepan Hakim tunggal Dian Kurniawati mengatakan bahwa penetapan para tersangka sudah melalui beberapa proses dan prosedur yang sudah sesuai.

BACA JUGA:   Hilangkan Jejak, Pencuri Ratusan Juta di Sukamara Buang Rekaman CCTV di Sungai Lamandau

Tim termohon yang dipimpin oleh Kepala Bidang Polda Kalteng AKBP Sandy Alfandi yang disampaikan Murti mengatakan penetapan tersangka tersebut bertujuan untuk menyelamatkan uang negara.

“Kami meminta kepada hakim untuk menolak praperadilan yang diajukan,” ujar Murti.

Sementara itu Ketua tim Penasehat Hukum pemohon Antoninus Kristiano menanggapi jawaban termohon dan mengatakan sebaliknya.

BACA JUGA:   Sadis! Kades dan Perangkatnya Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

“Kami akan mengajukan bukti bukti baru dan kami tetap menekankan kalau termohon tidak melibatkan pihak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP),” tegas Anton.

Selanjutnya Hakim tunggal Dian Kurniawati mengatakan sidang akan dilanjutkan besok dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

(aul/beritasampit.co.id)