Tak Ada Satu Pun Anggota DPRD Kalteng Temui Peserta Aksi Bela Peladang Dayak

ORASI. Perwakilan Organisasi menyampaikan orasinya tentang kebebasan kepada para peladang lokal untuk tetap berladang.

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Peserta Aksi Solidaritas Bela Peladang Tradisional Kalimantan Tengah yang dilakukan Aliansi dari berlbagai organisasi yang ada di Kalimantan Tengah menyampaikan kekecewaan mereka kepada para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kateng yang tidak satu orang pun menyambut massa aksi dengan alasan tidak ada ditempat dan sedang Reses, Selasa 10 Desember 2019.

800

Peserta aksi menumpahkan kekesalannya lewat orasi yang disampaikan perwakilan-perwakilan organisasi, apalagi peserta aksi Solidaritas Bela Peladang ini tidak hanya berasal dari Kota Palangka Raya saja tetapi juga datang dari berbagai daerah yang ada di wilayah Kalimantan Tengah.

BACA JUGA:   Positif Covid-19 di Kalteng Berjumlah 182 Orang, Pasien Sembuh Tidak Ada penambahan

Alfrid Dody Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palangka Raya menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran anggota DPRD.

“Kami sangat kecewa pada wakil rakyat kami yang seharusnya mendengarkan aspirasi dan suara rakyat, nyatanya tidak memunculkan batang hidung dalam aksi hari ini, padahal aliansi kami sudah mengirimkan surat sejak tanggal 6 Desember kepada DPRD Kalteng,” ujarnya disela-sela aksi.

BACA JUGA:   Pemko Palangka Raya Distribusikan 13.000 Paket Sembako Kesetiap Kelurahan

Menurut peserta aksi kehadiran anggota DPRD Kalteng sangat diperlukan untuk mendengarkan aspirasi.

Sehingga apa yang menjadi aspirasi dapat dijadikan bahan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan. Terutama memberikan kebebasan kepada para peladang lokal untuk tetap berladang.

“Para peladang hanya membakar untuk keberlanjutan hidupnya, bukan untuk kepentingan dan keuntungan besar, karena tidak pernah ada sejarahnya peladang membakar lalu menyababkan kabut asap,” tegasnya

(NA/ beritasampit.co.id)