Pengabdian Masyarakat, Selama 5 Minggu Pemulung di Kelurahan Langkai Diberikan Pendampingan

Istimewa. Tim dosen foto bersama usai memberiarahan tentang Alat Perlindungan Diri dan Dampak Sampah Bagi Kesehatan.

PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya atau sering disingkat UMP merupakan salah perguruan tinggi swasta yang berada di Kalimantan Tengah. Kiprahnya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang handal telah banyak ikut dalam proses pembangunan.

Selain bergerak di bidang Pendidikan, Kesehatan, UMP juga rutin menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan program-program yang langsung turun ke bawah bersentuhan dengan masyarakat.

Melalui Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Tim dosen yang terdiri Fera Sartika SKM., M.Si, Suratno,M.Sc dan Nurhalina SKM.,M.Epid dibantu mahasiswa memberikan pendampingan dalam penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) terhadap pemulung sampah yang tersebar di TPS yang berada di Kelurahan Langkai Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   Dewan Kota Apresiasi Dishub Tertibkan Parkir Liar Ganggu Lalu Lintas Jalan

“Kegiatan ini kurang lebih 5 minggu selama bulan Oktober – November,” ujar Fera Sartika.

Hal serupa juga diungkapkan Suratno yang mengatakan selama proses pendampingan pihaknya selain melakukan edukasi tentang APD juga mendemonstrasikan bagaimana cara penggunaan alat tersebut.

“Iya, Alhamdulillah selama kegiatan itu kami berhasil mengedukasi sebanyak 39 pemulung yang tersebar di beberapa TPS di sekitar Kelurahan Langkai Kota Palangka Raya,” bebernya

Para pemulung selain diberikan edukasi dan sosialisasi tentang jenis-jenis sampah, juga diberikan pengetahuan tentang penyakit-penyakit yang bisa ditularkan melalui sampah serta jenis-jenis APD dan fungsinya.

BACA JUGA:   57 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit Disebar Di Enam Lokasi, Ada Apa?

Demikian diungkapkan Nurhalina saat menyampaikan alur pendamping terhadap para pemulung.

“Kita juga memberikan bantuan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker secara gratis,” ucap Nurhalina.

Nurhalina berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya mengurangi bahaya yang dapat ditimbulkan dari sampah bagi kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pemulung tentang pentingnya menjaga kebersihan diri setelah melakukan pekerjaan,” tutupnya.

(Kawit/beritasampit)