Tabrak Genangan Air, Pengedara Motor Waspada Terjadi Aquaplaning?

Editor: Maulana Kawit

SAMPIT – Musim hujan, tentu sedikit mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Apalagi bagi pengendara kendaraan roda dua harus hati-hati saat memacu kendaraannya saat hujan deras.

Selain kondisi fisik, perlengkapan dan kondisi motor, soal jalan juga mempengaruhi, seperti kondisi jalan licin, bahkan saat genangan air membuat permukaan jalan tidak rata juga perlu perhatian lebih, meski diyakini bahwa jalan tersebut tidak berlobang.

Genangan air ini biasanya digunakan pemotor untuk membersihkan sisi bawah motor sambil sedikit melajukan kendaraannya hingga menimbulkan cipratan. Ini yang harus dihindari, sebab bisa terjadi aquaplaning.

Aquaplaning adalah keadaan dimana ban terasa mengambang dari aspal saat melewati genangan air.

Ban motor akan terasa kehilangan traksi, karena mengambang saat melintas genangan air dengan kencang. Akibatnya motor bisa tergelincir.

BACA JUGA:   Ini Temuan Komisi II Saat Sidak Depo Sampah Kecamatan Baamang

Dikutip Berita Sampit dari Motor Plus Online dilansir dari GridOto.com, melalui tajuknya, Masuk musim hujan, hati-hati dengan efek aquaplaning, Jusri Pulubuhu, dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, aquaplaning bisa menimpa pengendara sepeda motor, terlebih dalam kecepatan tinggi dan dan berada di atas permukaan air berupa genangan.

Menurutnya, meski ban motor lebih tipis dari ban mobil, tapi kecepatannya tinggi, maka akan terjadi sebuah gaya mengangkat. Inilah yang disebut dengan Aquaplaning.

“Karena traksi ban akan menurun drastis, apalagi pada kecepatan lebih tinggi.Kalau pengereman bertumpu pada ban depan, motor akan mudah melintir. Sedangkan kalau hanya menggunakan rem belakang, risikonya bisa tergelincir. Jika terjadi gejala aqua planning, usahakan untuk mengerem secara perlahan sambil mengarahkan kendaraan ke tempat yang aman,” terangnya.

BACA JUGA:   Pemkab Kotim Rencananya Buat Penangkaran Buaya

Bagaimana cara mencegah aquaplaning?

Berita Sampit mengutip pernyataan Adrianto Sugiarto Wiyono, Intruktur Indonesia Defensive Driving Center (IDDC) dilansir Motor Plus-Online dari GridOto.com. Yang perlu diperhatikan jangan melewati genangan air dengan kecepatan tinggi.

“Pastikan tekanan angin sesuai dengan standar pabrikan. Tekanan angin yang sesuai, akan membuat tapak ban menempel sempurna pada permukaan jalan,” ujar.

Disarankan memeriksa ketebalan kembangan atau alur ban. Kembangan ban yang tebal memiliki peran untuk memecah air ketika melewati genangan air.

“Kurangi kecepatan ketika melewati genangan air. Mencegah potensi aquaplaning yang terjadi bila genangan air yang dilewati ternyata cukup tinggi. Ditambah, dapat memperkecil dari kejadian yang tidak diinginkan,” demikian dijelaskan.

(jun/beritasampit)