Mengenal Sosok dr H Sulastomo, Tokoh HMI Era Masa Transisi dari Orde Lama ke Orde Baru

Istimewa. Sosok dr H Sulastomo

JAKARTA – Kabar Duka menyelimuti keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), salah satu putra terbaik bangsa Indonesia dan dedengkot HMI, dr H Sulastomo dikabarkan hari ini Jumat, 13 Desember 2019 tutup usia.

Sosok dr H Sulastomo bagi para kader HMI tak asing lagi, semasa hidup ia dikenal sebagai salah satu cendikiawan muslim cemerlang.

Tercatat di Kongres ke-7 di Jakarta pada tanggal 14 September 1963, Sulastomo terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI.

Sulastomo adalah tokoh HMI era masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Sulastomo menjadi Ketua Umum PB HMI saat PKI dengan getolnya ingin membubarkan HMI. Kiprahnya yang patriotik dalam membangun HMI ditulisnya dalam buku berjudul “Hari-Hari Yang Panjang.”

Pria kelahiran Surabaya ini diketahui, menyelesaikan studi SMA di Negeri I Surakarta pada 1957, kemudian saat kuliah melanjutkan ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan selesai pada 1964. Gelar Master of Public Health diperolehnya dari University of Hawaii AS pada 1977.

BACA JUGA:   Ancaman Diskriminasi Terhadap Umat Islam India

Salah satu ide besarnya adalah konsep jaminan kesehatan nasional. Konsep Sulastomo ini akhirnya berevolusi dan menjadi program jaminan kesehatan dengan wujudnya BPJS Kesehatan sekarang ini.

Kemudian, ia pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP). YAMP sendiri didirikan oleh mantan Presiden H Muhammad Soeharto pada 17 Februari 1982, dan yayasan itu telah berhasil membangun sebanyak 999 masjid di seluruh Indonesia.

Dokter yang dikenal sebagai pakar jaminan kesehatan itu juga termasuk salah satu pendiri Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), sebuah organisasi kebajikan yang bersifat independen, berakidah Islam, dan berasaskan Pancasila.

Sontak kabar duka ini membuat keluarga besar HMI merasa kehilangan, diketahui Almarhum meninggal tepat di hari ini Jumat 13 Desember 2019 sekitar pukul 11.04 WIB, di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta.

BACA JUGA:   Kasus Jiwasraya dan Asabri: Robohnya BUMN Kami

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rooji’uun, turut berduka cita, atas berpulangnya ke rahmatullah Kakanda Sulastomo. Semoga almarhum husnul khatimah dalam ampunan Allah SWT, dan memperoleh kedudukan yang mulia di sisi-Nya. Allahummagfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fu ‘anhu, Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin,” tulis pesan yang menyebar di group whatsapp.

Informasinya pemakaman Almarhum Mas Tom akan dimakamkan hari ini Jumat, 13 Desember 2019, Bada Ashar, di Tanah Kusir, Blok A 187. Tanah Kusir merupakan nama tempat pemakaman umum yang sangat terkenal di wilayah Jakarta Selatan, karena banyak tokoh nasional dimakamkan di sana.

(Kawit/beritasampit.co.id)