Agung Nugroho: Kami Siap Menjadi Benteng Penjaga Terakhir Orangutan di TNBBBR

ORANGUTAN: YAYASAN BOS/BS-Salah satu dari 11 individu orangutan yang dilepasliarkan di habitat asli kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Minggu (15/12/2019).

PALANGKA RAYA-Sebanyak 11 individu orangutan yang dilepasliarkan di habitat asli kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Minggu (15/12/2019).

Pelepasliaran orangutan ini terlaksana berkat kerjasama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), USAID LESTARI dan Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation).

Dengan dilepasliarkannya di kawasan TNBBBR tersebut, Kepala Balai TNBBBR Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Agung Nugroho menjamin kemananan seluruh orangutan hasil rehabilitasi tersebut.

BACA JUGA:   Rimba Raya Conservation: Lebih Baik Mencegah Kebakaran Daripada Memadamkan Api

Menurut Agung, di taman nasional mereka (orangutan, red) akan hidup dengan bebas, aman, dan terlindungi. Apalagi wilayah hutan di taman nasional memiliki potensi sangat besar untuk menunjang populasi orangutan secara berkelanjutan.

“Kami juga sudah mulai memanfaatkan wilayah di DAS Hiran untuk pelepasliaran. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga persebaran orangutan yang dilepasliarkan di sana setelah proses rehabilitasi panjang di Nyaru Menteng,” tukasnya.

Dengan dilepasliarkannya 11 orangutan tersebut, pihaknya berharap upaya ini dapat membantu para orangutan berkembang biak dengan baik, dan bisa menambah populasi di sana. “Sejauh ini, kami telah mencatat adanya 2 kelahiran alami di sana,” jelas Agung.

BACA JUGA:   Tim Patroli Terpadu Lakukan Pencarian dan Pemetaan Sumber Air

Bersama dengan para pemangku kepentingan, tambah Agung, Balai Taman Nasional yang dipimpinnya siap menjadi benteng penjaga terakhir bagi keberadaan orangutan kalimantan yang saat ini berstatus sangat terancam punah. “Di sini, mereka hidup aman dan membentuk populasi orangutan liar yang mandiri dan lestari,” tambahnya.

(gra/beritasampit.co.id)