Komisi III Pesimis Proyek Ujung Pandaran Mampu Tingkatkan PAD

Jajaran Komisi III DPRD Kotim Saat Sidak Pembangunan Pengembangan Obyek Wisata Ujung Pandaran belum lama ini

Editor: Maulana Kawit

SAMPIT – Dari hasil Inspeksi mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu jajaran Komisi III DPRD Kotim mulai pesimis terkait proyek multiyears yang saat ini dilaksanakan untuk pengembangan obyek wisata Pantai Ujung Pandaran.

Menurut Riskon Fabiansyah program Pemerintah daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah peningkatan sarana dan prasarana destinasi wisata pantai ujung pandaran yang berada di Kecamatan Teluk Sampit itu masih meragukan.

“Pembangunannya itu dianggarkan melalui program tahun jamak dengan total anggaran yang fantastis sekitar Rp 40 M, yang mana ditargetkan selesai bulan Maret 2020 mendatang, sedangkan dari pantauan kami berdasarkan keterangan konsultan proyek belum bisa mengcover semua, sesuai site plan yang ada,” ujar Riskon Senin (16/12/2019) tadi siang.

BACA JUGA:   Anggota Dewan Ini Nilai Progam Jampersal Banyak Masyarakat Belum Tau

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan seharusnya sebelum proyek itu mulai dijalankan, perlu adanya kajian mendalam dari pemerintah daerah melalui leading sektor terkait, dan memberikan pertimbangan kepada kepala daerah mengenai efektifitas dan pemanfaatan dari program yang dijalankan sehingga tepat guna dan sasaran.

“Kami dari komisi 3 pesimis terhadap proyek yang menelan dana tidak sedikit tersebut, bahkan untuk bisa sesuai rencana awal yaitu bisa menjadi daya tarik baru destinasi di ujung pandaran, kalau melihat dari prospek kerjanya saat ini sangat tidak memungkinkan,” timpalnya.

BACA JUGA:   HUT BGA, Donor Darah untuk Sejuta Harapan

Riskon berharap agar dalam hal ini jangan sampai ada kesan di masyarakat bahwa program yang dijalankan oleh pemerintah daerah cenderung mubazir dan kurang bermanfaat bagi masyarakat khususnya kabupaten Kotim kedepannya.

“Harapan kami pembangunan sarana dan prasarana destinasi wisata pantai ujung pandaran itu dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, namun kembali lagi kita kepada dasar awal program pemerintah tersebut, baik kajian dan perencanaan,” tutupnya.

(drm/beritasampit)