Trafic Light di Kota Sampit Tidak Berfungsi

TIDAK BERFUNGSI : Tujuh trafic light di Kota Sampit tidak berfungsi dampaknya lalu lintas semrawut.

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Kota Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) sejak awal Oktober sedang dalam perbaikan drainase sepanjang jalan dari Bundaran Pemda hingga sungai mentaya.. Dampaknya, tidak hanya jalan kota dan pagar rusak bahkan sejumlah trafic light atau lampu lintas terpaksa dinonaktifkan.

800

Para pengendara mengeluh karena lalu lintas terlihat semrawut, sehingga harus ekstra bersabar ketika akan melintas disimpang empat yang terdapat lampu lalu lintas tersebut.

“Kalau dihitung ada tujuh lokasi terdapat trafic light, semuanya tidak normal,” ucap salah seorang pengendara Alif, Senin (16/12/2019).

BACA JUGA:   Haul Akbar Guru Asri di Desa Babaung Ditunda, Ini Alasannya?

Alif menyebutkan, tujuh lokasi trafic light yang dinonaktifkan itu yakni, Jalan Tjilik Riwut, Jalan MT Haryono, Jalan DI Panjaitan, Jalan Pramuka-Pemuda, Jalan YOS Sudarso, Bundaran Tidar dan Jalan Ahmad Yani.

“Yang paling padat arus lalu lintas ada di Jalan DI Panjaitan dan MT Haryono,” ujar Alif yang mengaku mahasiswa salah satu universitas di Kota Sampit ini.

Senada diungkapkan Fandy, warga Kelurahan Mentawa Baru Hulu ini juga mengeluh karena alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) sudah beberapa bulan tidak aktif.

BACA JUGA:   Wujudkan Keinginan Gubernur, Dishut Kalteng Siap Manfaatkan Hutan Mangrove di Desa Ujung Pandaran

“Para pengendara sepeda motor dan mobil merasa resah, sebab lampu merah tidak menyala dan ini sangat rawan terjadi kecelakaan,” keluhnya.

Guna meminimalisir terjadinya kecelakaan, Fandy mengharapkan dinas terkait untuk mengaktifkan kembali APILL terutama titik-titik yang dianggap rawan.

“Harapnya, semoga pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait untuk meninjau ulang beberapa lampu merah yang ada di Kota Sampit demi kenyamanan berkendara,” pungkasnya.

(adi/beritasampit.co.id)