Delapan Poin Pernyataan OPM Pasca Mundurnya Wakil Bupati Nduga

PALANGKA RAYA-Konflik bersenjata di Nduga, Papua belum ada tanda-tanda akan berakhir. Korban terus bertambah, baik dari pihak TNI dan Polri, kelompok saparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan baru-baru ini warga sipil bernama Hendrik Lokbere meninggal di tembak.

OPM menuding TNI sebagai pelaku penembakan, semetra dari pihak TNI menyebut kelompok
Egianus Kogeya lah menembak warga sipil tersebut dan Wentius Nimiangge mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Nduga, karena kecewa terhadap kondisi keamanan yang tak menentu pasca penembakan terhadap Hendrik Lokbere, pada Jumat 20 Desember 2019 lalu.

Melalui Media Publik OPM-TPNPB, pemilik akun facebook @Hati Papu memposting delapan poin pernyataan Panglima TPNPB KODAP III Ndugama, Bridgen Egianus Kogeya Atas Tertembaknya Hendrik Lokbere.

Berikut delapan poin pernyataan dari kelompok saparatis OPM di Nduga Papua;

BACA JUGA:   Pemerintah Satukan Informasi Menyambut Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19

Pertama: Saya Selaku Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya menyampaikan Kepada Presiden Republik Indonesia Jokowi dan Panglima TNI segera menarik warga non Papua yang ada di Kabupaten Nduga dan segera tinggalkan Ndugama;

Kedua: Kematian Hendrik Lokbere pihak militer Indonesia mengatakan Egianus Kogeya menembak Warga sipil atas Nama Hendrik Lokbere adalah kegagalan Pemerintah Indonesia…

Ketiga: Sejak tanggal 22 Desember 2019 pukul 6:30 sore detik-detik penembak terhadap Hendrik Lokbere adalah detik-detik tutupnya semua akses Pembangunan di Kabupaten Nduga;

Keempat: Jika Pemerintah Indonesia sudah mengajarkan TPNPB Membunuh warga sipil, maka warga non Papua yang ada di Kabupaten Nduga kami akan Bunuh semua tidak Pandang Buluh

Kelima: Jalan Raya Pelabuhan Momugu ke Keneyam ibu Kota Kabupaten Nduga adalah Areal perang TPNPB, jika TNI melihat Langsung menembak mati warga sipil adalah Kegagalan Pasukan TNI di lapangan.

BACA JUGA:   Sekda Kalteng Hadiri Hut Bhayangkara 74 di Polda Kalteng

Keenam: Pada tanggal 19 dan 20 Desember 2019 itu pasukan TPNPB sudah berhasil menembak mati 9 anggota TNI dan 3 masih kritis 4 unit Mobil Strada dan alat berat sudah di bakar. Oleh karena itu Militer dan Polisi Indonesia harus segera umumkan semua kejadian itu.

Ketujuh: Perang kami TPNPB Kodap III Ndugama tetap akan perang terus sampai kemerdekaan Papua Barat jatuh di tangan kami dan kami akan berhenti perang.

Kedelapan: Tertembaknya Hendrik Lokbere adalah pertanda kekalahan Pasukan TNI di lapangan perang selama 1 Tahun antara Pasukan TPNPB dan Pasukan Militer dan Polisi Indonesia di Ndugama-Papua.

Ndugama 23 Desember 2019

(gra/beritasampit.co.id)