Parah !!! Bekas Pengerjaan Drainase Dibiarkan Berlobang, Seorang Pengendara Hampir Celaka

BERLOBANG. JUN/BS - Jalan Rusak

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Seorang pengendara hampir terjatuh saat salah satu ban sepeda motor yang ditunggangi tergelincir setelah menabrak lobang bekas galian perbaikan drainase di simpang empat sekitar bundaran favo, Jalan MT Haryono- Jalan Juanda, kawasan pasar Sampit.

Lobang memanjang sedalam sekitar 20 centimeter lebih ini seakan dibiarkan setelah pengerjaan gorong-gorong drainase yang membelah jalan di jalan yang selalu padat arus lalu lintas itu.

“Kemarin ada mobil jenis sedan yang bempernya nyangkut. Beberapa hari lalu juga ada pengguna sepeda motor terjungkal pas nabrak lobang yang tidak kelihatan karena tergenang air,'” kata seorang warga yang tidak ingin namanya disebutkan, saat dibincangi Berita Sampit, Minggu (5/1/2020).

BACA JUGA:   DPRD Kotim Desak Disdagperin Turun Tangan atasi Kelangkaan Masker

Menurutnya, jika pengerjaan sudah selesai, sebaiknya jalan tersebut segera ditimbun atau diratakan sambil menunggu pengerasan. Sebab kawasan ini dilalui ratusan kendaraan berbagi jenis setiap harinya.

“Namanya pasar ya ramai kendaraan lalu lalang. Tapi gara-gara ada lobang itu disini kadang macet panjang,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, untuk meminimalisir banjir dan genangan air disaat musim hujan di beberapa ruas jalan dan pemukiman di kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pemerintah daerah setempat telah dan sedang menyelesaikan normalisasi atau perbaikan drainase.

BACA JUGA:   Supian Hadi : Tahun 2021 Sirkuit Sehati Diresmikan

Proyek pengerjaan ini diapresiasi banyak warga.

Konsekuensi dari proyek pengerjaan drainase tersebut tentu menimbulkan kerusakan jalan dibeberapa ruas jalan protokol maupun jalan penghubung di kota Sampit.

Dari pantauan, meski proyek pengerjaan yang melintasi jalan di kawasan pasar ini sudah hampir selesai dengan dilakukan pengecoran pada bagian atas drainase, namun di kedua sisi menyisakan lobang memanjang yang cukup dalam.

Selain menghambat arus lalu lintas, keadaan ini juga cukup membahayakan pengguna jalan.

(jun/beritasampit)