Aksi Protes Terkait e-KTP, Komisi III Segera Panggil Disdukcapil Kotim

ANTRI. Ribuan Warga Tampak Antrian di halaman Kantor Disdukcapil. Senin, 06 Januari 2020.

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Pasca antrian yang dilakukan oleh ribuan warga Kotawaringin Timur yang datang dari sejumlah Kecamatan di kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) pada Senin (6/1/2020) tadi pagi, mendapatkan perhatian dari kalangan DPRD Kotim.

Ketua Komisi III DPRD Kotim H Sanidin mengatakan, pihaknya akan secepatnya memanggil Disdukcapil Kotim untuk dimintai keterangan berkaitan dengan kendala yang dihadapi saat ini.

“Setahu kami itu blangko setiap bulan disediakan 500 saja namun yang datang 3000 orang, kenapa bisa terjadi seperti ini, padahal teknisnya sudah teratur dengan baik agar menghindari polemik yang terjadi seperti hari ini contohnya, dan tentunya Dukcapil juga harus bisa mencari solusinya supaya tidak terjadi antrian luar biasa,” papar Sanidin.

BACA JUGA:   Dapatkan Penyuluhan Parenting, Seorang Ibu Desa Ini Resah Anak Suka Main Tik-tok

Legislator Partai Gerindra ini juga mengatakan agar pihak terkait yakni Dukcapil lebih profesional agar tidak terjadi kecemburuan sosial dikalangan masyarakat, terutama yang datang dan belum melakukan perekaman sebelumnya.

“Karena yang datang itu rata rata yang sudah melakukan perekaman wajah mestinya Dukcapil tidak perlu memanggil mereka berdatangan kesitu, cukup cetak dan salurkan lewat kecamatan masing-masing sehingga tidak terjadi desak-desakan dan keributan,” tukasnya.

BACA JUGA:   Sambut Haul Guru Sekumpul, Rest Area Sampit Siapkan Fasilitas dan Makanan Gratis

Sebelumnya, antrian di Dukcapil Diwarnai keluhan warga terkait lamanya proses penerbitan e-KTP.

“Saya sudah menggunakan kertas yang dimana ini adalah surat keterangan KTP sementara selama 2 tahun dan 4 kali sudah melakukan perpanjangan surat ini,” ucap Atun salah satu warga.

Hal serupa juga diungkapkan Aldo warga yang juga ikut mengantri di Dukcapil Kotim, ia menceritakan, sempat terjadi aksi protes lantaran pihak dukcapil dianggap lalai memberikan pelayanan.

“Blangko yang datang sedikit, jadi saya tidak kebagian. Tadi juga banyak yang protes karena sudah lama menggunakan surat ini,” ucap Aldo.

(drm/beritasampit.co.id)