Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan

CUACA. JUN/BS : Gulungan awan hitam menyelimuti sungai Mentaya di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu

SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), melalui rilisnya mengeluarkan peringatan waspada potensi cuaca ekstrem hingga 12 Januari 2020.

Untuk periode 9 hingga 12 Januari 2020, BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan termasuk Kalimantan Tengah, Sulawesi, NTT, Maluku Hingga Papua.

800

Melalui Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo, BMKG menyebutkan beberapa yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem ini, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Lampung.

BACA JUGA:   Pemprov Kalteng Bantu Rp 10,4 M Untuk 20.896 KK Terdampak Covid-19 di Kotim

Kemudian wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan NTT. Selanjutnya, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.

“Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia,” sebut BMKG dalam website resminya.

Dijelaskan, kondisi tersebut dikarenakan berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

BACA JUGA:   Hasil Sensus Penduduk Online 2020 di Kotim Terbilang Sukses

Meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

“Berdasarkan model prediksi, aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan, kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam rilisnya.

(jun/beritasampit)