Prakiraan Cuaca Ekstrim Hingga 15 Januari, Kedubes AS Imbau Warganya di Jakarta

Ilustrasi.

Beritasampit.co.id – Cuaca ekstrim yang diprediksi melanda beberapa daerah di Indonesia mulai dirasakan. Intensitas curah hujan beberapa hari ini terjadi hampir merata disemua daerah. Mengantisipasi curah hujan berlebihan Pemerintah pusat melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) melakukan operasi Teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai pekerjaan membuat hujan. Teknologi ini, tepatnya, berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. Dimana dilakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.

Pemanfaatan Teknoligi ini sebelumnya pernah dilakukan pada pengurangan curah hujan di area proyek Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan tahun 2018, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali, serta kegiataan kenegaraan lainnya seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara.

Kepala BBTMC BPPT Tri Handoko Seto dalam keterangannya menyebut BMKG melalui Deputi Meteorologi juga telah merilis prakiraan cuaca. Dalam sepekan ke depan, akan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

“Menyikapi perkembangan prakiraan cuaca ini, maka selama tanggal 10-13 Januari Tim TMC BPPT bekerja sama dengan BNPB, TNI AU dan BMKG akan melakukan operasi TMC siang malam 24 jam,” sebut Tri Handoko.

BMKG memprakirakan hujan ekstrem akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia dari 5 hingga 15 Januari 2020. Prakiraan cuaca ini membuat Kedubes Amerika Serikat (AS) mengeluarkan imbauan kepada warganya yang berada di Jakarta untuk selalu memperhatikan info prakiraan cuaca.

“Prakiraan cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah DKI Jakarta akan akan mengalami curah hujan yang luar biasa hingga 12 Januari 2020. Antisipasi badai dan angin kencang dengan kemungkinan banjir, tanah longsor, pemadaman listrik, dan kondisi perjalanan yang sulit di seluruh wilayah Jakarta,” ujar Kedubes AS melalui laman resminya.
Untuk itu, Konsulat Amerika Serikat memberikan tindakan antisipasi terhadap prediksi banjir dan angin kencang yang melanda Jakarta dan sekitarnya.

BACA JUGA:   Dedi Mulyadi Minta Satgas Pangan Monitoring Lokasi Penimbunan Bawang Putih

Berikut isi pesannya :

1. Gunakan alat yang tersedia di https://www.ready.gov/ untuk membuat rencana untuk keluarga, pekerjaan, dan sekolah Anda

2. Tetap terkini dengan liputan media tentang peristiwa lokal, waspadai lingkungan sekitar Anda, dan praktikkan kesadaran pribadi setiap saat

3. Tinjau informasi dari otoritas cuaca Indonesia setempat di https://www.bmkg.go.id/

4. Kunjungi Peta Bencana untuk mengetahui informasi terkini tentang daerah banjir.

5. Daftarkan diri Anda dalam Program Pendaftaran Pelancong Cerdas (LANGKAH) untuk menerima pembaruan keamanan

6. Pantau Konsulat Jenderal AS di Surabaya di Twitter dan Facebook dan Kedutaan Besar AS di Jakarta di Twitter dan Facebook

Penjelasan BMKG

Dikutip dari laman resmi BMKG, BMKG memprediksi dalam sepekan kedepan wilayah di sekitar Jakarta akan masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Hal ini diakibatkan aktivitas monsun Asia masih signifikan, gelombang atmosfer (MJO) masih aktif di wilayah Indonesia, pola konvergensi angin yang memanjang mulai dari Banten bagian utara hingga Nusa Tenggara sebagai akibat dari adanya pusat tekanan rendah di Barat Laut Australia dan Bibit Siklon Tropis di sekitar Teluk Carpentaria Australia.

Dengan hal tersebut cukup menimbulkan potensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk JABODETABEK. Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG menyampaikan prakiraan potensi Hujan Sedang-Lebat di wilayah JABODETABEK sebagai berikut;

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng Lakukan Rapat Melalui Video Conference dengan Para Penjabat Pemprov

Tanggal 08 Januari 2020 :

Diprediksikan potensi hujan dengan intensitas sedang dapat terjadi mulai siang hari di wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Bekasi bagian barat, dan pada malam hari di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Tanggal 09-10 Januari 2020 :
Potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang dan kilat / petir (thunderstorm) dapat terjadi mulai dini hari menjelang pagi hari terutama di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Tangerang, Bekasi, sebagian Depok dan Bogor. Intensitas hujan dapat menurun pada pagi menjelang siang hari, dan berpeluang kembali meningkat pada sore menjelang malam.

Tanggal 11-12 Januari 2020 :

Secara umum, kondisi hujan di wilayah JABODETABEK relatif berkurang dibandingkan dengan periode tanggal sebelumnya. Hujan dengan intensitas ringan-sedang masih dapat terjadi terutama di wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, dan Tangerang.

Kondisi Pasang Naik Air Laut

Pasang naik maksimum di Teluk Jakarta dapat terjadi pada periode tanggal 09-12 Januari 2020 dengan ketinggian maksimum 0.6 meter, kondisi ini berpotensi menghambat laju aliran air sungai masuk ke laut di Teluk Jakarta.

Hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah JABODETABEK pada periode 09-12 Januari 2020. Namun hujan tersebut tidak se-ekstrem seperti yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin.

Sumber : Dirangkum dari beberapa sumber.

(Kawit/Beritasampit)