BMKG Barsel Prediksi Terjadi Enam Kali Gerhana Tahun 2020

Kepala BMKG Barsel, Musuhayana, SE.

BUNTOK – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) prediksi, pada tahun 2020 sekarang ini akan terjadi enam kali fenomena alam, Gerhana.

“Adapun enam kali gerhana tersebut yakni, dua kali gerhana matahari dan empat kali gerhana bulan yang diprediksi terjadi di tahun 2020 sekarang ini,” ungkap Kepala BMKG Barsel Musuhayana, SE kepada beritasampit.co.id melalui pesan singkat WhatsApp Minggu, (12/1/2020).

Dikatakan Musuhayana, gerhana yang akan terjadinya, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) pada 11 Januari 2020 yang dapat diamati dari Indonesia dan GBP terjadi pada tanggal 6 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia.

Sementara, Gerhana Matahari Cincin (GMC) terjadi pada 21 Juni 2020 yang dapat diamati dari Indonesia berupa gerhana matahari sebagian, kecuali sebagian besar wilayah Jawa dan sebagian kecil wilayah Sumatra Selatan.

BACA JUGA:   Sugianto Disambut Ratusan Kades dan Tokoh di Barsel

Keempat, GBP terjadi pada tanggal 5 Juli 2020 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Kelima GBP terjadi pada tanggal 20 Nopember 2020 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia bagian Barat (WIB) menjelang gerhana berakhir.

“Keenam, Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi pada tanggal 14 Desember 2020 yang tidak dapat diamati dari Indonesia,” katanya.

Menurut Kepala BMKG Barsel ini, gerhana bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuannya sampai ke bulan peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamika pergerakan posisi.

BACA JUGA:   Catat, Ini Tempat dan Tanggal Tes CPNS di Barsel

Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat di prediksi sebelumnya.

“Sedangkan gerhana matahari, merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru,” ujar Musuhayana.

Ditambahkannya, salah satu tupoksi BMKG adalah sebagai institusi pemerintah yang memberikan informasi dan pelayanan tanda waktu termasuk didalamnya adalah informasi akan terjadinya gerhana bulan dan matahari.

“Serta menyampaikan informasi, akan terjadinya curah hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan petir dan anging kencang juga menyampaikan informasi-informasi lainnya seperti pada musim kemarau akan jumlah titik api,” tukas Musuhayana. (Ded).