Biara Pertapaan Karmel Tengkiling, Tempat Hening Doa Lintas Agama

BUKIT DOA – Perhentian ke 5 di bukit doa karmel tangkiling (dok. pribadi)

PALANGKA RAYA – Biara Bukit Doa Karmel Tangkiling, Palangka Raya merupakan tempat pertapa yang diisi oleh para suster Katolik. Tempat hening dan sunyi yang berada diantara bukit di kota Palangka Raya. Sebuah tempat kontemplasi untuk berdoa yang terbuka untuk seluruh keyakinan.

Dari pusat kota Palangka Raya, Bukit Doa Karmel bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor. Terletak di Jl. Pariwisata, Banturung, Bukit Batu, Palangka Raya.

Dibangun dan ditata pada tahun 1998 oleh perintisnya Sr. Maria Romea O.carm, tempat religius serta penuh dengan mistik ini juga melibatkan masyarakat sekitar untuk berkontribusi didalamnya.

Bangunan yang diberkati pada 31 Oktober 2006 sudah dikunjungi banyak pengunjung dari macam-macam latar belakang dan keyakinan.

BACA JUGA:   Waduh! Sudah Dua Bulan Stok Gula di Bulog Sampit Kosong

Namun Kepala Biara Bukit Doa Karmel saat ini Suster Yosefa mengungkapkan bahwa terkadang pengunjung tidak tau, bahwa tempat ini bukan tempat wisata. Tempat ini adalah tempat berdoa, sehingga kesakralannya dijaga.

Dalam peraturan pengunjung menjelaskan,untuk tidak membawa Hp, Kamera, Minuman, Makanan, Merokok dan tidak boleh ramai atau bising. Ada loket tempat penitipan, silakan titipkan barangnya. Kalau tidak mau ya jangan masuk, tempat ini juga gratis. tutur kepala suster Yosefa.

Suster Yosefa juga memberikan penjelasan bahwa para pertapa disini seperti akar, ia tidak terlihat namun ia jantung tumbuhan tersebut untuk tumbuh dan berbuah. Akar tidaklah dilihat orang, jika akar keluar (dari tanah) maka tumbuhan tersebut akan mati.

Penjelasan tersebut senada dengan apa yang dikerjakannya dengan tingkah laku dan hidupnya.

BACA JUGA:   Geger Penemuan Mayat Laki-Laki di Gorong-Gorong Desa Karya Unggang

Biara Bukit Doa Karmel menjunjung keragaman, hal ini terlihat dari pegawai yang dikerjakan, dari muslim, kristen dan katolik.

Yoyo penjaga Biara bukit karmel menuturkan sudah 13 tahun bekerja disana, sampai ia punya rumah sendiri, tutur yoyo.

Dalam wawancaranya bersama reporter BeritaSampit.co.id, yoyo menuturkan bahwa sudah banyak orang yang dikabulkan doanya setelah berdoa disini. Yang terpenting hati dan niatnya tulus dan bersih.

Pengunjung disini juga beragam keyakinan agama, semuanya boleh masuk asal mematuhi peraturan yang ada untuk menjaga keheningan dan kesakralan Biara Bukit Doa, pungkas yoyo. (gby/beritasampit.co.id)

BUKIT DOA – Perhentian ke 5 di bukit doa karmel tangkiling (dok. pribadi)