Catatan Perjalanan Umroh (7); Rumah Nabi Muhammad SAW Kini Jadi Perpustakaan

Maman Wiharja saat berkunjung di perpustakaan yang dulunnya rumah Nabi Muhammad SAW

Lima malam enam hari, rombongan jemaah Umroh PT Alkamila Pangkalan Bun, sudah selesai melaksanakan 3 kali Tawaf dan Sai, sampai hari Rabu (15/1/2020) kemarin. Namun, ditambah satu kali Tawaf Wada (Perpisahan) memutari Ka’bah tujuh putaran, sebagai penghormatan meninggalkan Ka’bah, Kamis (16/1/2020) pagi di Madjidil Haram.

“Rombongan sebelum meninggalkan Masjidil Haram, disunahkan untuk melaksanakan Tawaf Wada, 7 putaran doanya sama, cuman bedanya kita engga melaksanakan Sai,” kata Ustadz H Muqid Faturachman kepada rombongan jemaah haji asal Pangkalan Bun.

BACA JUGA:   Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani, Lapas Kelas IIB Deklarasi

Rombongan sebelum meninggalkan Kota Mekkah, Kamis (16/1/2020) dibawa ke sebuah gedung perpustakaan besar, dimana dulunya rumah tempat tinggal Rasullullah, Nabi Muhammad SAW.

“Gedung ini dulunya rumah (Maulidzur) Nabi Muhamad SAW, sekarang telah dijadikan gedung perpustakaan, isi perpustakaan diantaranya semua kitab para Nabi dan catatan sejarah tentang keturunan para Rosul Allah,” kata pemandu rombongan Jama’ah Indonesia, Ahmad Qusyaeri.

BACA JUGA:   Bawa Keris, Pengendara Motor Diamankan
Rombongan jamah umroh asal Pangkalan Bun

Disampaikan Ahmad, jarak hotel penginapan rombongan dengan tempat lokasi hanya memerlukan waktu 5 menit jalan kaki, dan bagi pengunjung tidak sembarang masuk, harus ada izin tertentu.

Rombongan jama’ah setelah melihat bekas rumah Nabi, kemudian salat dzuhur berjamaah di Masjidil Haram. Selesai salat, makan siang di hotel penginapan, kemudian jemaah berangkat menuju Madinah selama sekitar 5 jam dari Mekah.

(Man/beritasampit.co.id).