Tokoh Pendiri Kalteng Angkat Bicara Soal Sengketa Antar Warga Barut dan PT SAL

Aul/BS - Tokoh Pendiri Kalteng, Sabran Ahmad saat dimintai pendapatan soal sengketa masyarakat adat dengan PT. SAL di Barito Utara, Kamis, (15/1/2020).

PALANGKA RAYA – Di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah (Kalteng) terjadi sengketa antara warga masyarakat adat tiga Desa yaitu Desa Nihan, Desa Ipu dan Desa Penreh dengan PT. Satria Abadi Lestari (SAL) yang hingga kini belum selesai.

Diketahui, masyarakat adat menganggap PT. SAL tidak konsisten dalam melaksanakan perjanjian kemitraan, bahkan PT SAL dianggap tidak serius melaksanakan usaha perkebunan sawit dan pelanggaran adat yang dilakukan. Sebelumnya masyarakat adat pun sudah berkali-kali menagih janji tersebut.

800

Akhirnya, masyarakat adat tersebut melakukan hinting pali atau pelarangan, Sabtu, (29/2019) lalu yang dipimpin langsung oleh Hawatin, Kepala Adat Desa Nihan Kecamatan Lahei Barat.

Sebab itu, salah satu tokoh pendiri Kalteng, Sabran Ahmad yang mengetahui masalah tersebut angkat bicara. Menurutnya, kalau sudah dilakukan hinting pali oleh Kepala Adat Desa berarti ada sesuatu atau permasalahan yang terjadi. Bahkan katanya, sudah seharusnya PT. SAL menyelesaikan apa yang sudah menjadi tuntutan masyarakat adat tersebut, dengan sebelumnya sudah ada upaya mediasi antara kedua belah pihak, namun akhirnya dilanggar.

BACA JUGA:   Polisi Bubarkan Warga yang Mandi di Tengah Banjir

Sabran Ahmad memiliki keyakinan pemasangan hinting pali oleh masyarakat adat tersebut tentunya sudah dilalui dengan banyak pertimbangan, karena menurut mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) ini tidak bisa masyarakat adat dan Kepala Adat tiba-tiba melakukan hinting pali tanpa pertimbangan.

“Saya mendukung masyarakat adat dari tiga desa yaitu Desa Nihan, Desa Ipu dan Desa Penreh di Kabupaten Barito Utara untuk melakukan hinting pali kepada PT. SAL tapi dengan catatan semata-mata untuk kebenaran dan membela kepentingan masyarakat,” tegas Sabran Ahmad saat ditemui dikediamannya Kamis, (16/1/2020).

BACA JUGA:   Ayo!! Gotong Royong Bersihan Lumpur Pasca Banjir di Jalan Muara Teweh

Dirinya juga berpesan agar pihak adat atau masyarakat tidak terprovokasi dan melanggar aturan hukum positif yang berlaku dan berharap masyarakat adat di Barut bersatu dan tidak mundur sampai PT. SAL memenuhi janjinya kepada masyarakat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini melalui telepon, Humas dan HRD PT. SAL Jack Boyd Lapian mengatakan bahwa pihaknya menghargai langkah yang dilakukan oleh masyarakat yang melakukan hinting pali. Namun katanya, PT. SAL lebih mengedepankan hukum positif untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. (Aul).