Soal Pilkada, Sutik: Ajari Masyarakat Politik Mendidik, Takut Kalah Jangan Nyalon

Drm/BS - Sutik SE Anggota Komisi I DPRD Kotim.

SAMPIT – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, SE memberikan statement lain terkait gejolak politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotim 2020 ini. Memanasnya tensi politik menurutnya, harus disikapi dengan kepala dingin oleh setiap tokoh atau elit politik.

Bahkan dia menilai, dalam setiap tahapan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), terdapat intimidasi berupa apapun itu hal yang wajar. Dia ingin agar opini yang tercipta kepada publik atau masyarakat merupakan politik yang mendidik bukan justru menjerumuskan masyarakat.

“Hal yang biasa terjadi bagi seseorang yang ingin bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), jika ditengah jalan menemui intimidasi politik dari berbagai pihak, hanya saja menanggapinya tidak perlu berlebihan, berilah pemahaman politik yang baik yang mendidik, ya menurut saya bagi Bacalon yang takut kalah lebih baik jangan nyalon,” kata Sutik, Jumat, 17 Januari 2020.

BACA JUGA:   Selamat HUT Ke 67, Kesuksesan Kotim Terletak di Semangat Gotong Royong

Sutik mengatakan, menanggapi intimidasi dalam bentuk apapun tidak perlu berlebihan, bagi perserta Pilkada kesiapan mental, keberanian dalam menghadapi persoalan apapun itu sudah harus dipikirkan matang sejak jauh hari.

“Intinya jiwa seorang petarung Pikada tidak lembek apalagi cengeng, disini yang sangat dibutuhkan adalah keberanian dan kedewasaaan diri peserta dalam memanagement konflik yang ditemui saat menjalani proses tahapan Pilkada,” jelas politisi partai besutan Prabowo Subianto ini.

BACA JUGA:   Halikinnor Menyamperi M. Arsyad, Pejalan Kaki ke Haul Guru Sekumpul

Ditambahkanya, jika belum apa-apa sudah mengeluh apalagi sampai melempar bola panas kepada publik terkait perihal yang ditemui saat menjalani proses tahapan Pilkada, itu menurut Sutik justru akan membuat kegaduhan dan situasi yang sudah kondusif di daerah akan menjadi terganggu.

“Sebagai publik figur yang ditokohkan masyarakat sudah selayaknya kita memberikan contoh yang baik dalam dunia politik jangan sampai pesta demokrasi Kabupaten Kotim yang kita cintai ini dicederai oleh berbagai persoalan yang tidak baik,” tutup Sutik politisi partai Gerindra itu.

(drm/beritasampit.co.id)