Generasi Muda Kotim Lestarikan Musik Tradisional Dayak di Objek Wisata

Adi/BS - Pemuda Kotim Rabbani dan Bowo yang menujukan keterampilan musik tradisional dayak di obyek wisata Ikon Jelawat Sampit.

SAMPIT – Musik tradisional Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dikenal dengan “Sape” sebagai bagian dari entitas budaya lokal nampaknya terus dilestarikan generasi muda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Musik “Sape” yang merupakan alat musik petik tradisional dayak yang dipetik seperti gitar itu dilestarikan pemuda di objek wisata di Kotim, termasuk di objek wisata Ikon Jelawat.

Pemuda yang gemar sekali memain musik ini biasanya disapa Rabbani dan Bowo. Dua orang pemuda ini, dengan musik “Sape” berhasil menarik perhatian pengunjung di objek wisata tersebut, bahkan tak sedikit yang mengabadikan momennya.

BACA JUGA:   Masuk IUP Tambang, Komisi I akan RDP Masalah Desa Bukit Raya

Menurut salah satu pengunjung objek wisata Ikon Jelawat Sidik, bahwa musik tradisional Sape yang dimaikan dua pemuda ini sangat unik dengan melodinya yang indah.

“Jarang sekali saya melihat alat musik yang seperti gitar tapi bentuknya melonjong dan unik sekali, alat musik tersebut mengeluarkan melodi yang indah dan merdu sekali,” ujarnya, Sabtu, 18 Januari 2020.

BACA JUGA:   Kotim Satu dari Tiga Kabupaten Rawan di Pilkada Kalteng

Sidik pun berharap, pemuda Kotim selalu menjaga dan melestarikan alat musik tradisional Dayak karena sangat sedikit orang yang bisa memainkannya dan alat musik ini katanya, mengeluarkan melodi yang sangat khas sekali.

lanjut Sidik, “Semoga diawal tahun 2020 ini semakin banyak pemuda yang gemar bermain alat musik Sape, yang akan meningkatkan kegemaran dengan alat musik daerah yang sangat unik”.

(Adi/beritasampit.co.id)