Waspada Potensi Hujan Lebat di Kalimantan Tengah

JUN/BS : Awan gelap menyelimuti sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawawingin Timur, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat.

Tingkat labilitas udara yang signifikan juga cukup berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan curah hujan dengan intensitas lebat, yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi beberapa wilayah, termasuk di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah.

BACA JUGA:   Sehari Jadi Kasat Lantas, AKP Salahiddin Tilang 47 Pelanggar Lalin

Selasa 21 Januari 2020, BMKG mengeluarkan peringatan dini, waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, Seruyan dan sekitarnya.

Untuk Rabu, 22 Januari 2020, potensi seperti tersebut diatas dapat terjadi di Kotawaringin Barat, lamandau, Sukamara, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

Sementara, Kamis, 23 Januari 2020, daerah-daerah yang perlu waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat dan angin kencang, meliputi kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kota Palangka Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, serta Gunung Mas dan sekitarnya.

BACA JUGA:   Disdagperin Kotim Data Pedagang Eks Mentaya Aktif, Untuk Apa Ya?

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada,” tulis Deputi Bidang Meteorologi BMKG di halaman berita, www.bmkg.go.id.

(jun/beritasampit)