Hari jadi Kelompok Cipayung ke 48, Semangat Generasi Muda Kalteng

Foto. Ist/BS. Ketua Kelompok Cipayung Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Eksistensi Kelompok Cipayung memang satu fenomena menarik dalam sejarah kerjasama antar organisasi mahasiswa, bukan saja karena terbentuknya yang unik karena menyatukan pemikiran yang memiliki berbagai perbedaan karakteristik dan ideologi, tapi juga karena usianya yang relatif panjang dibandingkan dengan ormas lainnya.

Lahirnya suatu kerja sama antar Kelompok Cipayung, sebenarnya bukan sesuatu yang direncanakan, melainkan secara alamiah melalui diskusi – diskusi informal dan komunikasi yang selalu terjalin. Hal ini disampaikan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Cabang Palangka Raya Innocent Passage, dalam rangka memperingati 48 tahun berdirinya kelompok cipayung Indonesia.

“Besar harapan saya di hari jadi kelompok Cipayung ke 48 ini semakin menjadi acuan bagi kawan-kawan cipayung untuk selalu teguh menjaga tradisi komunikasi yang selalu mengalir disetiap tantangan zaman,” harapnya.

Terlebih menurut aktivis muda ini untuk Kelompok Cipayung di Kota Palangka Raya untuk terus komitmen dalam menjaga kesatuan sesuai dengan falsafah Huma Betang yang menjadikan nilai-nilai pemersatu dalam bergerak dan prilaku sosial di Kalteng.

BACA JUGA:   PKH I Prodi HTN Digelar, Ini Orientasi Lulusan Fakultas Syari’ah Nanti

“Kita juga berharap Kelompok Cipayung mampu menjadi pelopor kawah chandradimuka bagi masa depan Kota Palangka Raya untuk selalu bersinergi dan bekerja sama dalam rangka Pembangunan daerah melalui pemikiran, ide-ide, gagasan, bahkan program kerja yang positif untuk Kota Palangka Raya kedepannya” ujar Passa panggilan akrabnya.

Pihaknya berkomitmen untuk selalu berdiri di garis terdepan bersama Kelompok Cipayung lainnya seperti HMI,GMKI,GMNI, PMII, PMKRI demi memberikan dampak kemajuan Pembangunan dan SDM di Kota Palangka Raya dan umumnya Provinsi Kalimantan Tengah.

Senada dengan Ketua GMNI, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya Egi Praginata pun menyampaikan melalui semangat dan cita-cita Kelompok Cipayung sebagai miniatur Indonesia yang dideklarasikan sejak 22 Januari 1972 masih sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Untuk itu, berbagai upaya perlu terus dilakukan agar cita-cita kelompok cipayung semakin diinternalisasikan kepada generasi muda.

BACA JUGA:   Jembatan Penghubung Taman Nasional Sebangau Rusak Parah

“Kita sebagai Organisasi Kepemudaan harus terus berbenah diri dan mengarah kepada kemandirian, keprofesionalan, independensi dan teknologi informasi. Dibarengi dengan usaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan serta pola sosial, dan itu menuntut kita untuk terus berfikir terbuka, hyper-innovation, responsif dan kritis,” ungkap Egi Menutup perbincangan.

Dilain pihak Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya Rico Rahman juga menyampaikan dengan semangat gotong royong dan rasa persatuan kelompok Cipayung juga harus terus berbenah dalam menghadapi perubahan sosial yang semakin cepat.

“Tantangan kelompok Cipayung di era semakin berat, hal ini juga harus menjadi bahan evaluasi untuk mampu menghadapi tantangan zaman. Saya masih yakin pemuda adalah aset bangsa yang harus terus digali dan dikembangkan untuk menjadi pilar utama pembangunan,” tegasnya.

(NA/ beritasampit.co.id)